Berharap Food Bank Diterapkan di Semua Desa Untuk Wujudkan Zero Stunting

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com | Bank Makanan atau Food Bank merupakan salah satu upaya alternatif yang bisa mengurangi stunting dan makanan terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik DVM MRepSc PhD, mengungkapkan itu Senin (15/5/2023).

Damanik menjelaskan, banyak makanan yang sudah dimasak seperti di restaurant seringkali tidak habis atau bersisa. Menurutnya, itu potensi gizi yang terbuang sia-sia dan berujung pada terjadinya food loss (sampah makanan) dan (makanan yang siap dikonsumsi tapi dibuang).

“Dalam kajian BAPPENAS bersama sejumlah lembaga menunjukkan bahwa Indonesia membuang sampah makanan sekitar 23-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019 atau setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut dia, patut dijadikan perhatian agar setiap pihak belajar bersama-sama untuk mulai menyimpan makanan dengan cara yang baik dan mengolahnya sesuai kebutuhan.

Terkait edukasi makanan bergizi, menurutnya, masyarakat di seluruh desa secara berkelanjutan akan terus dibantu oleh Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) guna meningkatkan pemahaman pembuatan menu makanan bergizi serta takaran yang sesuai.

Ujicoba food bank yang telah berhasil dilakukan di Kulonprogo diharapkan bisa diterapkan di seluruh desa, sehingga Indonesia mampu mewujudkan zero stunting pada masa depan.

“Hal ini bisa terbukti melalui uji coba yang sudah kami lakukan sejak Februari sampai April 2023. Alhamdulillah ada dua pendekatan yang kita lakukan, yaitu pendekatan berdasarkan Dashat dan juga berbasis masjid di Desa Bugel,” tambahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, juga menyampaikan bahwa Dashat menjadi program unggulan BKKBN serta menjadi perhatian BKKBN Jawa Timur, dimana telah terbentuk Dashat di setiap Kampung KB sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting.

Dashat merupakan upaya memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat lezat bergizi serta kekinian melalui kegiatan teori dan praktek pengolahan pangan oleh para ahli gizi.

“Terkait edukasi makanan bergizi, menurutnya, masyarakat di seluruh desa secara berkelanjutan akan terus dibantu oleh Dashat guna meningkatkan pemahaman pembuatan menu makanan bergizi, pengolahannya, pemanfaatannya serta takaran yang sesuai,” turup Ernawati. (Gan)

Teks Foto: Deputi Lalitbang BKKBN RI, Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik, dan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati.

beritalima.com

Pos terkait