Bidk Pasar Asia Timur, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Jepang

  • Whatsapp
Bidk pasar Asia Timur, Indonesia perkuat kerja sama pariwisata dengan Jepang (foto: setpres)

Tokyo, beritalima.com|- Indonesia bidik pasar pariwisata Asia Timur, dengan teken  kerja sama bilateral bidang pariwisata melalui Memorandum of Cooperation (MoC) di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism/MLIT), Kasumigaseki, Tokyo (30/3).

MoC diteken Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko, disaksikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA) Shigeki Murata, serta pejabat dari kedua negara.

Penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi kolaborasi pariwisata dengan negara-negara di Asia Timur, khususnya Jepang. Da sebagai langkah mitigatif terhadap dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, seperti ketidakpastian kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan internasional.

MoC Indonesia–Jepang ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, juga menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kedua negara memiliki landasan kerja sama formal di bidang pariwisata.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain promosi pariwisata bersama dalam berbagai pameran internasional, pengembangan produk pariwisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya, pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata, kerja sama sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama di bidang MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan.

Menpar menyampaikan, Jepang merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia dalam pengembangan pariwisata. Pada 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang, meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.

Dan, sambung Menpar, menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai faktor kunci meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara. Saat ini rute penerbangan Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan, dengan peluang pengembangan rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta asal kota-kota besar di Jepang.

Selain itu, Menpar menyinggung program Presiden Prabowo Subianto, yakni pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri termasuk di bidang pariwisata.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait