BPS Aceh Bahas Ketahanan Pangan, Produksi Padi 2025 Alami Penurunan

  • Whatsapp
Aceh, Beritalima.com ( Puluhan jurnalis dari berbagai media di Provinsi Aceh mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers terhadap data statistik, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, baik dari BPS maupun kalangan akademisi dan praktisi pertanian.
Para peserta mendapatkan pemaparan mendalam terkait kondisi pangan, pertanian, serta tantangan yang dihadapi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Pembahasan utama dalam kegiatan ini difokuskan pada isu ketahanan pangan nasional, dengan menitikberatkan pada sektor pertanian sebagai penopang utama kebutuhan pangan masyarakat, khususnya komoditas padi dan jagung.
Dari informasi yang dihimpun, diskusi dalam workshop banyak menyoroti pola tanam, teknik budidaya, hingga faktor alam yang memengaruhi produktivitas pertanian di Aceh dalam beberapa tahun terakhir.
BPS Aceh mencatat, luas panen padi di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2025 mencapai 283,18 ribu hektare. Angka ini mengalami penurunan sebesar 18,01 ribu hektare atau 5,98 persen dibandingkan luas panen padi tahun 2024 yang mencapai 301,20 ribu hektare.
Penurunan luas panen tersebut berdampak langsung terhadap jumlah produksi padi. Produksi padi Aceh pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), turun 44,77 ribu ton atau 2,70 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,66 juta ton GKG.
Statisi Ahli Madya BPS Provinsi Aceh, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa penurunan produksi padi tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan beras untuk konsumsi pangan penduduk Aceh.
Sepanjang tahun 2025, produksi beras di Aceh tercatat mencapai 0,93 juta ton. Jumlah ini menurun 25,79 ribu ton atau 2,70 persen dibandingkan produksi beras pada tahun 2024 yang mencapai 0,96 juta ton.
Berdasarkan data BPS, produksi padi tertinggi pada tahun 2025 terjadi pada bulan Maret, yakni sebesar 335,33 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP). Sementara itu, produksi terendah terjadi pada bulan Juli dengan capaian sekitar 13,74 ribu ton GKP.
BPS juga mencatat potensi produksi padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 314,01 ribu ton GKP. Angka ini turun cukup signifikan, yakni 222,01 ribu ton atau 41,42 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 536,02 ribu ton GKP.
Menanggapi kondisi tersebut, Saiful Bahri, SP., MP., dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) membenarkan bahwa perkembangan tanaman padi di Aceh pascabanjir bandang mengalami penurunan yang cukup drastis.
Menurutnya, penurunan hasil panen disebabkan oleh banyaknya lahan persawahan yang rusak akibat banjir. Pada akhir tahun 2025, ratusan hektare lahan pertanian dan tanaman padi di berbagai wilayah Aceh dilaporkan terendam banjir.
Kondisi tersebut menyebabkan tanaman padi gagal tumbuh secara optimal, sehingga berdampak langsung terhadap menurunnya produksi padi dan hasil panen petani.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Pangan Aceh, Safrizal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus merespons aspirasi masyarakat tani serta fokus pada pengembangan sektor pertanian.
 Ia menegaskan, seiring program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, Aceh tetap menunjukkan kinerja pertanian yang cukup baik meskipun saat ini masih berada di peringkat 10 Nasional, ujarnya,(A79)
beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait