BRIDA Gelar Diseminasi hasil Riset dan Inovasi di Kabupaten Tulungagung 

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- BRIDA Kabupaten Tulungagung, gelar Pembukaan Diseminasi hasil Riset dan Inovasi, bertempat di ruang rapat Prajamukti, lantai dua kantor Pemkab Tulungagung. Rabu, (27/8/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung, Wahiyd Masrur, S.Sos, M.M, serta dihadiri Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tulungagung, Widodo Prasetyo, SP. MMA., Narasumber Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga, para Narasumber BRIDA Kabupaten Tulungagung,

Hadir juga peserta dari OPD Lingkup Setda, Rumah Sakit, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, BUMD, Perwakilan BLUD, Universitas di Tulungagung, Pers, Perwakilan Posyantek, Perwakilan sekolah di Tingkat SLTP, SMK baik umum maupun keagamaan di Kabupaten Tulungagung sebanyak 84 peserta.

Dalam laporannya, Kabid Inovasi dan Teknologi (Inogi) BRIDA Kabupaten Tulungagung, Dwi Setyo S. SE, MM., mengatakan bahwa, maksud dan tujuan dari diseminasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi-informasi hasil riset dan inovasi di Kabupaten Tulungagung, diharapkan adanya sharing informasi akan hasil riset dan inovasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut sebagai salah satu landasan perencanaan dalam kegiatan pembangunan maupun aktivitas di masyarakat.

Mengingat hal tersebut merupakan salah satu fungsi dari BRIDA, sebagai unsur penunjang pemerintahan bidang penelitian, pengembangan, pengkajian penerapan invensi, inovasi, serta HKI dan Inkubasi, kegiatan diseminasi ini juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan koordinasi, penyebaran informasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan berbagai stakeholder dan komponen masyarakat terkait dengan riset dan inovasi daerah.

“Guna Inventarisasi, publikasi dan optimalisasi peran dan fungsi riset serta inovasi di Kabupaten Tulungagung juga perlu diinformasikan secara luas kepada masyarakat agar kemanfaatannya lebih luas dan berdampak secara nyata bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Tulungagung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung, Wahiyd Masrur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, diseminasi adalah proses penyebaran hasil riset dan inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola.

“Sehingga terjadi saling tukar informasi dan akhirnya terjadi kesamaan pendapat dan kesepakatan tentang hasil riset dan inovasi tersebut berdasarkan sebuah perencanaan yang matang dengan pandangan jauh ke depan baik melalui diskusi atau forum lainnya yang sengaja diprogramkan,” ujarnya.

Selain itu, riset dan inovasi sangat penting dalam pembangunan daerah dan perlu adanya dukungan komitmen dalam pelaksanaannya, mengingat kebijakan dan strategi pemerintah sudah banyak, akan tetapi dalam pelaksanaannya selama ini masih banyak kendala, yang mana salah satu peran dari riset adalah sebagai dasar untuk pengembangan kebijakan dan inovasi.

“Sehingga riset yang dilakukan harus sejalan dan searah dengan rencana pembangunan daerah masing-masing,” ungkapnya.

Lanjutnya, hasil riset yang akurat dalam bentuk konsep, model, skenario, maupun pilihan kebijakan yang tepat, dapat menjadi rekomendasi dalam mengatasi berbagai isi permasalahan yang ada.

“Sebelum merumuskan, membuat, dan menetapkan suatu kebijakan pemerintah (Policy) diharapkan terlebih dahulu melakukan kegiatan riset. Salah satu indikator dari kualitas riset adalah berupa rekomendasi kebijakan yang berkualitas dan hasilnya dipublikasikan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Demikian juga dengan inovasi daerah, sebagai yang diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah,” tuturnya.

Wahiyd menerangkan, Pemerintah Daerah menggunakan inovasi untuk memberikan kemudahan dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih cepat.

“Tentunya perlu diperkuat dengan upaya dan langkah langkah strategis agar inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi hal yang masif untuk dapat diterapkan,” terangnya.

Ditambahkannya, upaya menumbuh kembangkan dan menyebarluaskan praktik praktik inovasi yang baik secara kontinyu perlu dilakukan dengan cara memotivasi dan memacu kreativitas pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan daerahnya.

“Pentingnya inovasi dalam pemerintahan, mendorong pemerintah pusat menggunakan inovasi sebagai salah satu metode dan alat ukur keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik, yang salah satunya dapat dilihat dalam penggunaan inovasi sebagai indikator penilaian kinerja,” tambahnya.

“Riset dan inovasi saat ini menjadi trend yang strategis bagi lembaga pemerintah atau lembaga-lembaga swasta untuk menjadi lembaga yang kreatif dan inovatif. Semakin banyak melakukan riset dan inovasi yang terkait dengan tupoksi maka semakin nyata kelihatan aspek pelayanan yang dilakukannya, dan terdapat manfaat bagi peningkatan perfornance lembaga tersebut

Selain itu sebagai salah satu landasan perumusan kebijakan dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tulungagung, Widodo Prasetyo, menuturkan, terkait perkembangan inovasi dan teknologi di kabupaten Tulungagung, perlu adanya dukungan dan penguatan anggaran dan perlu adanya kolaborasi dengan pihak lain.

Dukungan dan penguatan anggaran seperti stakeholder pemerintahan kabupaten Tulungagung, peran serta universitas, unsur pendidikan, baik umum maupun keagamaan dalam penguatan sistem inovasi daerah melalui berbagai kegiatan diantaranya, adanya sosialisasi dan rapat koordinasi yang lebih intens untuk mengumpulkan inovasi di pemerintah desa agar jumlah inovasi bisa meningkat.

Diperlukan penguatan Inovasi di perangkat daerah/stakeholder dalam menciptakan inovasi untuk menggali potensi dan memecahkan permasalahan di masing-masing stakeholder, dan juga peningkatan skor inovasi di seluruh stakeholder dan masyarakat melalui peningkatan pemahaman pelatihan/diklat atau bimtek penyempurnaan skor inovasi, serta dukungan dan peran serta pimpinan daerah, pimpinan OPD, perguruan tinggi, lembaga-lembaga pendidikan dan wakil rakyat dalam peningkatan perkembangan inovasi dan teknologi di Kabupaten Tulungagung agar mempunyai value added lebih nyata di masyarakat.

“Kami sebagai anggota Komisi B DPRD Tulungagung dan sebagai ketua komisi siap menjalankan sesuai amanah, program riset dan inovasi yang ada di BRIDA, dan ini perlu anggaran agar program BRIDA bisa berjalan lancar. Mohon juga dikawal sebagaimana program pemerintah lainnya agar bisa berjalan untuk pembangunan di kabupaten Tulungagung,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait