Buka Festival Bazar Ramadhan, Bupati: UMKM Harus Kuat Mandiri dan Mampu Bersaing

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Ramadan tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui gelaran Festival Bazar Ramadan 1447 H yang digelar di halaman GOR Lembu Peteng, Jumat (27/2/2026).

Bazar Ramadan ini, berlangsung hingga 19 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, serta memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat luas.

Pembukaan festival dibuka oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, didampingi Wakil Bupati Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Kediri, kepala OPD, serta ratusan pelaku UMKM dan masyarakat.

Mengawali sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Muslim di Tulungagung. Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat kepedulian sosial.

“Festival ini, menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi kami membuka Festival Bazar Ramadhan 1447 H,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Festival Bazar Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nyata pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, Ramadan merupakan periode dengan peningkatan aktivitas konsumsi yang signifikan. Kondisi ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM sebagai peluang untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.

“Ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Pemerintah hadir untuk memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Mereka harus kita dorong agar naik kelas, lebih profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM. Di era persaingan terbuka, pelaku usaha dituntut tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional, tetapi juga memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan transaksi.

“Pemkab Tulungagung akan terus memberikan pendampingan melalui pelatihan digital marketing, fasilitasi sertifikasi halal, kemudahan pengurusan perizinan usaha, hingga membuka akses kemitraan dengan lembaga perbankan dan institusi lainnya,” tandasnya.

“Kehadiran perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam kegiatan ini, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Festival Bazar Ramadhan tersebut, menghadirkan puluhan stan UMKM dengan beragam produk unggulan, mulai dari aneka kuliner khas berbuka puasa, takjil, minuman segar, hingga produk kerajinan tangan dan kebutuhan Ramadan lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari, di mana pengunjung mulai memadati area bazar untuk berburu menu berbuka puasa dengan harga terjangkau. Selain menjadi pusat transaksi ekonomi, festival ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga.

Bupati juga menitipkan pesan agar seluruh peserta bazar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta memastikan makanan dan minuman yang dijual higienis dan terjamin kehalalannya.

Ia juga mengingatkan, agar pedagang menetapkan harga secara wajar dan tidak memanfaatkan tingginya permintaan untuk menaikkan harga secara tidak rasional.

“Kualitas dan kepercayaan adalah modal utama. Jika masyarakat merasa aman dan puas, maka keberlanjutan usaha akan terjaga,” ujarnya.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap UMKM lokal semakin kuat, mandiri, dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional. Ramadan pun diharapkan menjadi titik tolak penguatan ekonomi rakyat yang selaras dengan nilai-nilai spiritual dan solidaritas sosial,” pungkasnya. (Dst/editor Dibyo).

beritalima.com

Pos terkait