BANYUWANGI,Beritalima.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panguripan Mulyo, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, menunjukkan geliat positif dalam penguatan ekonomi desa melalui program budidaya lele dumbo.
Program yang dikelola secara profesional ini telah memasuki tahap panen awal dengan capaian produksi mencapai kurang lebih dua ton.
Budidaya lele dumbo tersebut dikelola di bawah kepemimpinan Ketua BUMDes Mellys eko kurniawan, didukung Sekretaris M.Subhan Hasan Bashari dan Bendahara Mila Khoirunnisa, Sejak penebaran bibit hingga panen, proses pemeliharaan dilakukan selama sekitar 2,5 hingga 3 bulan. Total bibit yang ditebar mencapai 60.600 ekor, dengan target panen keseluruhan minimal tujuh ton.
Dalam proses pembesaran, BUMDes Panguripan Mulyo menghabiskan pakan pabrikan sebanyak 300 sak hingga masa panen, dengan harga pakan per sak mencapai Rp385 ribu. Selain pakan pabrikan, lele juga diberi pakan tambahan berupa kepala udang guna mempercepat pertumbuhan dan menjaga kualitas ikan.
Meski demikian, pengelolaan budidaya lele ini tidak lepas dari kendala. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah serangan penyakit cacar atau sirip merah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola melakukan penggantian air secara intensif. Setiap petak berisi sekitar 10 ribu ekor lele, dengan frekuensi penggantian air hampir dua kali dalam 24 jam untuk ukuran kecil hingga sedang, dan bisa mencapai empat kali dalam 24 jam saat ukuran lele sudah besar.
“Alhamdulillah, sampai hari ini kami sudah melakukan panen awal sekitar dua ton. Umur lele rata-rata sudah tiga bulan. Target kami tetap minimal tujuh ton sampai panen selesai,” ujar Ketua BUMDes Panguripan Mulyo, Melis, Selasa (6/1/2026).
Menurut Melis, harga jual lele saat ini juga cukup menjanjikan, yakni mencapai sekitar Rp19 ribu per kilogram. Ia optimistis program ini dapat menjadi salah satu unit usaha unggulan desa yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan BUMDes dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sarimulyo, Budi Susilo, mengapresiasi kinerja pengurus BUMDes Panguripan Mulyo yang dinilai mampu mengelola potensi desa secara produktif dan bertanggung jawab.
“Budidaya lele ini adalah bukti bahwa BUMDes bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa jika dikelola dengan serius. Pemerintah desa tentu sangat mendukung dan berharap ke depan usaha ini bisa dikembangkan lebih luas serta melibatkan lebih banyak masyarakat,” kata Budi Susilo.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Sarimulyo akan terus mendorong inovasi dan penguatan kapasitas BUMDes agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. (Rony//B5)








