Bupati Achmad Fauzi Kunjungi Sentra Kerajinan Odheng Desa Banasare

  • Whatsapp
Bupati Sumenep didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Camat rubaru Wayan Irawan, Kepala desa Banasare dan yang terkait

SUMENEP, beritalima.com| Bupati Sumenep kunjungi pengrajin blangkon di Desa Banasare Rubaru, Sumenep pada Jumat, 8 Juli 2022.

Bupati Sumenep didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Camat rubaru Wayan Irawan, Kepala desa Banasare dan yang terkait

Mengingat, Bupati Sumenep akan segera mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemkab setempat, menggunakan batik dan blangkon hasil kerajinan warga lokal Sumenep.

Bacaan Lainnya

Aturan seragam baru ASN di Sumenep itu mengacu pada edaran terbaru tentang seragam ASN dari Kemendagri. Dalam waktu dekat akan segera diperbupkan, sehingga setiap hari Jum’at nanti para ASN di Kota Keris akan menggunakan batik lengkap dengan blangkonnya.

Blangkon adalah alat penutup kepala tradisional Jawa yang masih eksis sampai sekarang.
Namun, di balik keindahannya, ternyata tidak banyak orang yang mau menggeluti usaha pembuatan blangkon ini.

Penggunaaan batik dan blangkon lokal Sumenep sebagai bagian dari pelestarian budaya serta pemberdayaan bagi pengrajin di Sumenep.

Selain itu juga sebagai upaya meningkatkan kecintaan para ASN pada batik dan blangkon lokal sumenep sebagai bagian dari salah satu kekayaan budaya yang ada di Sumenep.

Dalam kesempatan itu, politisi PDI Perjuangan tersebut melihat langsung proses pembuatan blangkon sambil lalu menanyakan kesiapan pengrajin untuk memenuhi seragam para ASN di Sumenep.

“Kunjungan ini untuk menindak lanjuti dari kebijakan yang akan kita keluarkan melalui perbup terkait seragam setiap hari jum’at,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Pria yang akran disapa Ra Fauzi juga mendorong kepada para pengrajin batik dan belangkon agar ke depan bisa terintegrasi.

“Nanti batik untuk blangkonnya juga dari pengrajin Sumenep. Dehan seperti itu akan lebih terintegrasi. Selain itu saya himbau penjahitnya jangan sampai ke luar Sumenep, harus pakai penjahit dari sini,” terangnya.

Sebagai bentuk kepeduliannya, dalam kunjungan itu Suami Nia Kurnia juga memberikan support pendanaan secara pribadi kepada Murakib, si pengrajin blangkon di Desa Banasare.

Menyambut kebijakan seragam baru ASN Sumenep, pengrajin blangkon, Murakib mengaku senang. Selain bisa berdampak positif pada usahanya ia juga bisa memberdayakan pengangguran.

“Ini kabar baik untuk saya pribadi, lebih-lebih nanti saya bisa memberikan manfaat kepada para pengangguran untuk dipekerjakan di sini,” tuturnya.

Sementara itu, kepala desa Banasare H. Sarbini yang mendampingi pengrajin Blangkon yang merupakan warganya sendiri, menyambut baik serta apresiasi yang tinggi kepada Bupati Sumenep yang telah berkenan mengunjungi warganya.

“Tentunya ini merupakan penghargaan yang sangat luar biasa bagi kami. Semoga blangkon produksi magersare Warga desa banasare ini nantinya menjadi produk unggulan desa Banasare”. Ucap H. Sarbini mengakhiri wawancaranya.

(An)

 

 

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait