Bupati Bondowoso Raih Gelar Doktor Cumlaude, Tegaskan Komitmen Kebijakan Berbasis Keilmuan

  • Whatsapp
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat foto bersama usai acara wisuda S3 di UINHAS Jember. (Rois/beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Di tengah padatnya agenda memimpin daerah, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid atau yang akrab disapa Gus Hamid, berhasil menuntaskan studi doktoralnya dengan predikat cumlaude. Ia resmi menyandang gelar doktor usai menjalani Ujian Disertasi Terbuka di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Rabu (18/2/2026).

Capaian akademik tersebut diraih di sela-sela tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso. Dalam sidang promosi doktor, Gus Hamid mempertahankan disertasi berjudul “Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo)”.

Bacaan Lainnya

Dalam penelitiannya, ia menyoroti pentingnya membangun kolaborasi konkret antara pesantren dan sektor perbankan guna memperkuat sistem pembiayaan pendidikan berbasis komunitas. Model sinergi tersebut dinilai mampu mendorong tata kelola lembaga yang lebih transparan, mandiri, serta berkelanjutan.

“Pesantren tidak hanya membutuhkan kemandirian spiritual dan sosial, tetapi juga ketahanan finansial yang terstruktur. Sinergi dengan perbankan menjadi salah satu solusi strategis,” paparnya di hadapan dewan penguji.

Sidang doktoral itu dipimpin Dr. H. Saihan, S.Ag., M.Pd.I., dengan Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D., sebagai Penguji Utama, bersama tim promotor dan penguji dari kalangan akademisi manajemen pendidikan Islam.

Pihak rektorat UIN KHAS Jember memberikan apresiasi atas kualitas riset yang dinilai relevan dengan dinamika kelembagaan pesantren saat ini. Predikat cumlaude yang diraih menjadi bukti kedalaman analisis serta kontribusi akademik yang signifikan.

Dalam sambutannya, Gus Hamid menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa gelar doktor yang diraihnya merupakan amanah untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas kiprah akademiknya sebagai dosen serta mantan Rektor periode 2017–2025 di Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

“Alhamdulillah, capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” pungkasnya.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bondowoso, sekaligus menunjukkan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab pemerintahan. (*/Rois) 

beritalima.com

Pos terkait