TULUNGAGUNG, beritalima.com -Komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat kurang mampu kembali diwujudkan oleh Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo.
Bahkan ia menghadiri langsung acara penyaluran pantuan angan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Balai Desa Keboireng, Kecamatan Besuki. Rabu, (9/4/2026).
Gatot Sunu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, khususnya akibat kenaikan harga pangan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya.
Program CPP sendiri, lanjutnya, merupakan bagian dari stimulus ekonomi tahun 2026 yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Penyaluran dilakukan oleh Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog, dengan dukungan pemerintah daerah.
Dikatakannya, untuk Kabupaten Tulungagung, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) pada alokasi Februari–Maret 2026 mencapai 149.572 orang. Khusus di Desa Keboireng, terdapat 385 penerima manfaat.
Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 10 kg beras medium dan 2 liter minyak goreng per bulan. Namun, untuk alokasi Februari dan Maret, bantuan disalurkan sekaligus, sehingga masing-masing warga menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Penyaluran bantuan di Desa Keboireng ini disambut antusias oleh warga. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat.
“Dengan adanya program Cadangan Pangan Pemerintah ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan ketahanan pangan di Kabupaten Tulungagung dapat terus terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Turut hadir di acara tersebut, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan, jajaran Forkopimcam Besuki, para kepala desa dari Keboireng, Tulungrejo, dan Wateskroyo, serta tokoh masyarakat dan warga penerima bantuan. (Dst/editor Dibyo).








