Jakarta, beritalima.com| – Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta siagakan 59 personel berikut 10 unit ambulans dan lima motor Unit Reaksi Cepat (URC) untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat saat dampak aksi unjuk rasa di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat (29/8/), setelah meninggalnya salah satu pengemudi ojek online Affan Kurniawan karena tertabrak kendaraan aparat keamanan (28/8).
Dengan kesiapsiagaan penuh ini, PMI DKI berharap dapat meminimalkan dampak kemanusiaan yang mungkin timbul dari aksi demonstrasi tersebut. Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan, penempatan relawan dan armada PMI dilakukan di titik-titik strategis agar evakuasi medis dapat berlangsung cepat meski terjadi pemblokiran jalan maupun eskalasi massa.
“PMI hadir untuk memastikan layanan kemanusiaan tersedia dengan cepat, netral, dan profesional. Kami tidak terlibat pada isu politik atau tuntutan aksi. Fokus kami hanya pada penyelamatan dan pelayanan medis,” ujarnya.
Beky menyebutkan, sejumlah ambulans ditempatkan di zona utama dekat titik konsentrasi massa, antara lain Museum Pemuda DKI, Tugu Tani, depan Stasiun Senen, dan Lampu Lalu Lintas Galur. Sementara itu, zona pendukung berada di Lampu Lalu Lintas Penabur Gunung Sahari serta sekitar Polda Metro Jaya.
PMI juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan terdekat, seperti RS St. Carolus, RS PGI Cikini, RSUD Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan RS Islam Cempaka Putih, guna memastikan korban yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera mendapat perawatan.
Ia menegaskan seluruh operasi lapangan PMI dijalankan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah-Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Saat aksi massa terus terjadi sepanjang Jumat (29/8) mulai pagi hingga malam hari, banyak sekali warga, termasuk aparat keamanan, terkena imbas pedasnya gas air mata. Sasaran amuk massa mulanya hanya ke Mako Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang. Namun dalam perkembangannya, berbagai sarana fasilitas umum juga terkena dampaknya.
Jurnalis: rendy/abri






