BANYUWANGI,Beritalima.com – Pembangunan jalan paving menuju area persawahan di Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, hingga kini belum dapat dikerjakan. Proyek tersebut tertunda lantaran anggaran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025 yang menjadi sumber pembiayaan utama tidak dicairkan oleh pemerintah pusat. Selasa (03/01/2025).
Padahal, pemerintah desa sebelumnya telah mendatangkan material paving blok ke lokasi sekitar Agustus 2025. Paving tersebut dibeli menggunakan anggaran Siltap (Penghasilan Tetap) ADD sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran sambil menunggu pencairan Dana Desa.
Namun rencana pembangunan jalan tersebut sejatinya dianggarkan melalui Dana Desa non-earmark pada tahap kedua tahun 2025. Karena dana tersebut tidak cair, pelaksanaan proyek pun terpaksa ditunda.
Di lapangan, paving blok yang telah didatangkan justru disusun rapi menyerupai bentuk candi dan gapura. Aksi warga itu disebut-sebut sebagai bentuk protes atas belum terealisasinya pembangunan jalan, bahkan sempat viral di media sosial.
Kepala Desa Sembulung, Suprayitno, membenarkan bahwa pembangunan jalan paving di Dusun Tempursari sebenarnya sudah siap dikerjakan saat itu. Namun kendala anggaran membuat desa tidak bisa melanjutkan pekerjaan.
“Seharusnya itu sudah kita bangun. Tapi karena Dana Desa tahap dua tahun 2025 tidak cair, akhirnya tertunda. Insyaallah tetap kita bangun, menunggu anggaran Dana Desa tahun 2026 tahap pertama,” jelas Suprayitno.
Ia menambahkan, pembelian paving blok memang dilakukan lebih dulu menggunakan alokasi Dana Desa 2025 secara bertahap. Sementara kebutuhan lain seperti pasir dan upah pekerja masih menunggu ketersediaan anggaran.

Senada disampaikan Sekretaris Desa Sembulung, Risma. Ia menjelaskan bahwa jalan yang akan dibangun nantinya memiliki panjang sekitar 92 meter dengan lebar 3,1 meter, menghubungkan pemukiman warga menuju area persawahan.
“Paving-nya sudah ada dari anggaran DD 2025. Waktu itu kita lakukan efisiensi untuk pembelian material. Tinggal pasir dan ongkos pekerja yang menunggu Dana Desa tahun ini. Kalau anggaran desa sekitar Rp300 jutaan, itu dibagi untuk pemberdayaan dan pembangunan. Dari situ nanti pembangunan kita lanjutkan,” terangnya.
Risma juga mengungkapkan, jalan menuju persawahan tersebut sebelumnya pernah diusulkan oleh kelompok masyarakat melalui proposal ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lewat program Jalan Usaha Tani (JUT).
Terkait paving yang disusun menyerupai candi dan gapura, pihak desa menyebut hal itu sebagai bentuk ekspresi kekecewaan warga atas tertundanya pembangunan, yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.(Rony//B5)







