Jakarta, beritalima.com|- Presiden Prabowo hadirkan pesta, mengusung tema “Dari Istana Untuk Rakyat”, suguhkan beragam harga sembako terjangkau untuk warga. Kehadiran bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional (28-29/3) mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Para pedagang UMKM yang menjual makanan mengaku tidak hanya merasakan peningkatan pendapatan karena dipesan langsung dalam porsi besar, tetapi juga kebahagiaan karena dapat berbagi makanan gratis kepada masyarakat dalam suasana Lebaran.
Fauzi, seorang pedagang bakso dari Jakarta Barat, bersyukur dan bahagiaa dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia mendapat pesanan menyiapkan bakso lebih dari 500 porsi untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman yang jarang terjadi sekaligus sangat membantu pelaku UMKM.
“Bagaimana ya, luar biasa. Jarang-jarang ada seperti ini. Biasanya yang pesan ini dinas. Tapi baru kali ini untuk Pak Prabowo mah, good lah. Membantu sangat UMKM, sangat membantu,” ujar Fauzi.
Hal serupa disampaikan Megawati, pelaku UMKM rendang asal Jakarta Selatan yang ikut hadir dalam bazar. Ia mengaku menerima pesanan sebanyak 500 paket nasi rendang, namun tetap bersemangat memenuhi permintaan tersebut meski di tengah keterbatasan waktu dan tantangan ketersediaan bahan baku.
“Untuk persiapannya, alhamdulillah sangat mendadak. Langsung lari ke telpon, ke distributor daging. Ternyata masih tutup. Lari ke pasar. Akhirnya lari ke pasar. Dapat daging yang bagus, yang masih fresh juga. Langsung buat. Pokoknya tetap semangat,” kisah Megawati.
Megawati menilai kegiatan bazar seperti ini sangat membantu pelaku UMKM, tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga membuka peluang promosi produk. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depan, termasuk dukungan permodalan bagi UMKM.
Sementara Shela, pedagang pempek dari Bintaro, Jakarta Selatan, merasakan manfaat besar dari kegiatan ini. “Sangat membantu sih buat saya, buat muter-muter modal lagi ya. Penambahan modal lagi,” kata Shela.
Shela yang merasa mewakili para pelaku UMKM juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain memberikan dampak ekonomi, bazar rakyat gratis ini dinilai menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri dengan semangat berbagi.
“Lebih ngerangkul kita lah UMKM yang kecil-kecil. Jangan hanya yang besar-besar aja. Kita butuh, kita belum punya nama besar seperti restoran-restoran besar. Tapi kita di rumah ini UMKM itu sih yang perlu dipeluk gitu loh. Ibaratnya UMKM yang kecil-kecil seperti kita ini,” puji Shela.
Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, bazar rakyat ini menghadirkan makna yang lebih dalam yaitu kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam semangat berbagi. Ribuan porsi makanan yang dibagikan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan.
Di tengah suasana Idulfitri, Monas menjadi saksi bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung ekonomi yang terus bergerak.
Jurnalis: rendy/abri/setneg








