Desa Tenggong dan Sukorejo Wetan Ikuti Kirab Budaya

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Untuk menghormati dan menghargai para leluhur terdahulu, Desa Tenggong bersama 6 Desa lainnya, mengadakan Kirab Agung Gunung Cemenung.

Gunung Cemenung tepatnya berada, di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Keberadaan gunung Cemenung menjadi sangat berarti, karena banyak mengandung makna-makna nilai leluhur kita. Terutama, disitu terdapat tapak kakinya eyang Sugriwo dan Subali.

Dari 7 Desa penyangga, Desa Tenggong dan Sukorejo Wetan yang berada tepat di bawah kaki Gunung Cemenung. Kirab budaya Ini merupakan kali pertama, untuk memelihara budaya-budaya yang ada di Desa Tenggong dan sekitar.

Ada 7 (tujuh) Desa penyangga yaitu, Tenggong, Sukorejo Wetan, Panjerejo, Karangsari, Tugu, Tenggur dan Jatidowo, untuk kali pertama digelar Kirab Budaya untuk memperingati leluhur.

Saji Kades Tenggong mengatakan bahwa, sebelumnya tidak pernah diadakan kegiatan Kirab Budaya Seperti ini, sehingga menjadi sejarah. Rabu, (21/09/2022).

“Tradisi Kirab Agung Gunung Cemenung baru pertama kali ini digelar, dan akan menjadi sejarah awal diadakan,” kata Saji.

Menurutnya, Kirab budaya merupakan adat Jawa yang harus dilestarikan dan digelar setiap tahun. kemarin ruwatan di gunung Cemenung dan Kirab Budaya hari ini menjadi puncak acara.

“Kita kolaborasi dengan tujuh Desa yang wilayahnya berada di sekitar Gunung Cemenung, untuk rutin setiap tahun mengadakan Kirab Budaya,” ujarnya.

Saji berharap, mudah-mudahan dengan adanya Kirab Budaya pada hari ini, untuk pariwisata Desa sekitar lebih meningkat dan bisa menjadi ikon Rejotangan.

“Semoga mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah pusat mengerti bahwa gunung Cemenung mempunyai cerita dan sejarah. Karena gunung Cemenung sudah diakui Negara/Nasional peninggalan nenek moyang kita,” harapnya.

Menambahkan, Pemerintah Desa sudah diundang ke Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) bahwa, gunung Cemenung ini milik Pemerintah seperti peninggalan kuno.

“Gunung Cemenung mengandung banyak makna, ada sumber yang mitosnya orang zaman dulu sebagai penyumbat laut selatan. Selain itu, ada tapak kakinya Sugriwo dan Subali yang nyata ada sampai sekarang terlihat jelas. Mudah-mudahan setelah acara ini, Kirab Agung Gunung Cemenung bisa berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Kades Sukorejo Wetan Ernawati mengungkapkan bahwa, senang dan bangga menjadi bagian dari wilayah gunung Cemenung.

“Kami senang dan bangga bisa menjadi bagian dari wilayah tersebut, karena gunung Cemenung mempunyai banyak sejarah dan makna. Ada petilasan Sugriwo dan Subali yang terkenal kehebatannya,” ungkapnya.

Selain itu, Gunung Cemenung bisa menjadi Ikon baru untuk Kecamatan Rejotangan, terutama Desa Sukorejo dan Tenggong yang wilayahnya berdekatan langsung.

“Karena dua Desa ini tempatnya tepat dibawah kaki Gunung Cemenung, sehingga, masyarakat sekitar tidak perlu jauh jika ingin berwisata. Tentunya, juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait