Desember 2023, Aceh Masih Deflasi, Begini Kata Ketua BPS

  • Whatsapp

Beritalima.com( Banda Aceh – Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution saat konferensi pers bulanan di kantor BPS Aceh menjelaskan, Pada bulan Desember 2023, wilayah Aceh yang terdiri dari tiga kota, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh, mengalami deflasi sebesar 0,09 persen secara month to month (m-to-m). Beberapa komoditas memiliki pengaruh besar terhadap inflasi .

Komoditas seperti angkutan udara, bawang merah, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, bayam, kangkung, jeruk, telur ayam ras, dan gula pasir memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi bulan Desember 2023.

Ada beberapa komoditas seperti cabai merah, ikan tongkol, ikan dencis, cumi-cumi, ikan rambe, cabai rawit, ikan asin teri, jeruk nipis, kentang, dan ikan mujair menjadi penyebab utama dari deflasi dalam periode yang sama.

Inflasi year on year (y-on-y) di Aceh pada Desember 2023 mencapai 1,53 persen. Kenaikan harga hampir semua kelompok pengeluaran menjadi penyebab utama dari inflasi ini.

Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi y-on-y di Aceh antara lain adalah beras, rokok kretek filter, cabai merah, emas perhiasan, nasi dengan lauk, mobil, gula pasir, pisang, obat dengan resep, dan bawang putih.

“Komoditas seperti ikan tongkol, ikan dencis, ikan kembung, daging ayam ras, cumi-cumi, udang basah, telur ayam ras, ikan rambe, bahan bakar rumah tangga, dan angkutan udara menjadi penyebab deflasi y-on-y.

Data inflasi y-on-y dari tiga kota pengumpulan data Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh menunjukkan perbedaan, dengan Kota Meulaboh mencatat inflasi sebesar 1,42 persen, Kota Banda Aceh sebesar 1,53 persen, dan Kota Lhokseumawe sebesar 1,56 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Juga merilis nilai tukar petani (NTP) sebagai indikator pertumbuhan daya beli petani. NTP Aceh pada Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 0,57 persen dari bulan sebelumnya, mencapai angka 116,08.

Penurunan NTP ini terutama terjadi pada subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan, sementara subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami peningkatan.

NTP merupakan cerminan daya beli petani serta term of trade produk pertanian dengan barang dan jasa. Data ini memberikan gambaran tentang kondisi pertanian dan daya beli petani secara menyeluruh.

Informasi yang disediakan oleh BPS Aceh diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam bagi pemerintah dalam merencanakan dan mengevaluasi pembangunan di wilayah Aceh.

Komitmen BPS untuk menyajikan data statistik yang akurat dan tepat waktu diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan dan langkah strategis bagi pengembangan ekonomi serta sektor pertanian di Aceh.”(A79)

beritalima.com

Pos terkait