Jakarta, beritalima.com|- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri Dharma Santi Nyepi DKI Jakarta dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Minggu (12/4), yang berlangsung penuh khidmat.
Rano menyampaikan, Dharma Santi menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Jakarta. Mengusung tema ‘Vasudhaiva Kutumbakam: DKI Jakarta Harmoni, Indonesia Maju’, mencerminkan semangat seluruh warga merupakan satu keluarga besar.
“Hari Suci Nyepi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Tema ini menggambarkan bahwa seluruh warga Jakarta adalah satu keluarga,” ujar Rano. Ditambahkan Rano, perayaan Nyepi mengajarkan nilai-nilai keheningan, refleksi diri, dan pengendalian diri melalui Catur Brata Penyepian.
Selain itu, Rano menilai, kedekatan waktu antara perayaan Nyepi dan Idulfitri membawa pesan kuat tentang pentingnya kesucian hati, saling memaafkan, serta penguatan toleransi antarumat beragama. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Jakarta yang harmonis,” jelasnya.
Dikemukakan Rano, rangkaian perayaan keagamaan sepanjang tahun telah dikemas dalam satu kalender kegiatan budaya Jakarta, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, Ramadan, hingga Idulfitri. Menurutnya, integrasi kegiatan keagamaan dan budaya tersebut bertujuan memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota yang inklusif.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadikan agenda tersebut sebagai kalender budaya tahunan yang terus dikembangkan. “Kami telah menyepakati ini sebagai kalender kegiatan budaya Jakarta. Tahun depan, saat Jakarta berusia 500 tahun, kegiatan ini akan kami perluas,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan didorong untuk mempromosikan kalender budaya Jakarta ke tingkat internasional, termasuk ke negara-negara ASEAN dan Eropa. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, seiring tren positif wisatawan dari kawasan Asia Tenggara.
Jurnalis: abri/dedy/bj








