Dialog Terbuka, Tanpa Batas, Presiden dengan Mantan Pejabat Kemlu dan Pengamat Internasional

  • Whatsapp
Dialog terbuka, tanpa tatas, Presiden dengan mantan pejabat kemlu dan pengamat Iiternasional (foto: setpres)

Jakarta, beritalima.com|- Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan pejabat di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mulai dari mantan menlu, mantan wakil menteri luar negeri (wamenlu), serta tokoh senior/pengamat internasiona di Istana Merdeka, Jakarta (4/2), dalam suasana dialog dan diskusi dengan terbuka tanpa batas.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, terutama terkait keterbukaan Presiden dalam membahas dinamika politik luar negeri Indonesia, termasuk isu Palestina.

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal mengaku, “pertama saya agak surprise, kenapa? Karena kita cukup banyak dengar cerita mengenai pertemuan dengan Presiden yang satu arah, top down. Tapi yang saya lihat hari ini saya surprise karena suasana totally open.”

Menurut Dino, diskusi berkembang secara dua arah dan berlangsung sangat apa adanya tanpa pembatasan topik. Berbagai risiko, opsi kebijakan, hingga skenario tantangan global yang berpotensi dihadapi Indonesia turut dibahas secara terbuka dan ditanggapi langsung oleh Presiden Prabowo.

Sementara mantan Menlu Hassan Wirajuda menekankan pertemuan tersebut memberikan banyak pencerahan, terutama terkait isu-isu diplomasi yang selama ini bersifat sensitif dan tak sepenuhnya dapat diakses publik. Hassan menyebutkan, keterbatasan informasi kerap menimbulkan persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat sehingga kesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo menjadi sangat berharga.

Senada dengan itu, mantan Menlu Alwi Shihab menuturkan pertemuan tersebut memperjelas sikap konsisten Indonesia terhadap perjuangan Palestina. “Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina, dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya, itu adalah harga mati. Two-state solution,” tegasnya.

Adapun tokoh senior diplomasi Jusuf Wanandi menilai Presiden Prabowo telah memberikan penjelasan yang komprehensif dan mendalam, bahkan menjawab berbagai pertanyaan sebelum sempat diajukan. “Jadi ini adalah kesempatan saya kira yang dibuka oleh Bapak Presiden yang harus kita hargai dan harus dapat kita pergunakan bersama,” terangnya.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun komunikasi yang inklusif dan transparan, sekaligus memastikan arah kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpijak pada kepentingan nasional dan komitmen kemanusiaan global.

Jurnalis: dedy/abri/setneg

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait