Jombang | beritalima.com – Tanaman herbal tengah dikembangkan di Kabupaten Jombang, tepatnya di kawasan pegunungan Anjasmoro, di Kecamatan Wonosalam. Tidak hanya bantuan fisik, Pemkab Jombang juga meluncurkan program “Satu Duaun Satu Wirausaha Baru”.
Budidaya Nilam (Pogostemon cablin Benth), inisiasi Pemerintah Daerah dalam hal ini melalui Dinas Pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani (ekonomi) dan menumbuhkan wirausaha baru di sektor pertanian, khususnya pada tanaman atsiri.
Informasi ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Much Rony, M.M melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (7/3/2026). Budidaya tanaman sehat ini selain menambah pendapatan petani juga memperbaiki kesuburan lahan dan meningkatkan efesiensi biaya serta memperbaiki produksi.
Diterangkannya, budidaya Nilam melalui pola kemitraan “Bapak Asuh” dengan menggandeng sektor swasta, salah satunya CV. AFCO untuk memastikan kepastian pasar dan hilirisasi.
Kendati pernah di ulas di Wonosalam, terutama mengenai peningkatan mutu terdapat inisiatif pwnelitian untuk meningkatkan kualitas minyam nilam (atsiri) yang dipeoduksi petani tradisional melalui pemurnian.
Produksi yang dikembangkan ini didampingi Dinas Pertanian Jombang, yang konon kabarnya aktif mengadakan pertemuan untuk mendorong hilirisasi produk, bahkan telah merilis infografis panduan budidaya nilam.
Rony pun menginginkan, petani tidak hanya kuat di hulu tapi juga dihilir agar pangsa pasarnya jelas dan bisa menambah nilai tambah. Ia pun memastikan, hingga 2029 seluruh program tetap mengacu pada Asta Cita dan RPJMD Kabupaten Jombang.
“Bukan hanya swasembada pangan tapi untuk kesejahteraan petani juga,” tandasnya.
Jurnalis: dedy








