Jombang | beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Jombang dalam hal ini Dinas Pertanian berkomitmen menerapkan ramah lingkungan. Intinya tidak hanya mengejar kuantitas melainkan tetap mewujudkan kesejahteraan petani keberlanjutan dan perlindungan petani.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Much Rony, M.M ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan, akan melaksanakan pendekatan kepada petani. Petani diarahkan pada sistem keberkelanjutan melalui Budidaya Tanaman Sehat (BTS) kendati produksi padinya meningkat namun tidak merusak lingkungan.
Ironisnya diungkapkan Rony, BTS ini dapat menekan biaya produksi dan menjaga agroekosistem. Menariknya BTS ini akan diterapkan pada perdana 10 April 2025 tepatnya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Namun sekarang ini berkembang menjadi 21 desa model di seluruh kecamatan dengan total luasan sekitar 100 hektar.
Tuturnya, BTS itu tidak membakar limbah, melainkan mengutamakan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, serta pengelolaan air yang baik. Produksi tetap naik, lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain BTS Roni juga menegaskan, bahwa petani juga perlu mendapat perlindungan.
“Diperkuat melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun 2025, luas lahan yang diasuransikan mencapai 973 hektar dengan 1.843 petani terdaftar,” ujarnya diterima beritalima.com, Sabtu (7/3/2026).
Masih diungkapkan Kadisperta Jombang, AUTP menurutnya penting manakala terjadi gagal panen akibat banjir atau kekeringan. ”
“Petani tidak sepenuhnya menanggung risiko sendiri, saat ini, terdapat pengajuan klaim 32 hektar akibat banjir di Desa Jatigedong. Selain itu, bantuan benih 6.325 kilogram disalurkan untuk lahan 253 hektar yang mengalami gagal panen meski tidak terdaftar AUTP,” ucapnya.
Jurnalis: dedy








