Dipercaya Operasionalkan PO Armada Hati Tanpa Sopir Pengganti

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – PO. Armada Hati, berdiri sejak 2015 lebih banyak mengantarkan wisata religi dibanding mengantarkan hajat sekolah. Lebih lanjut PO. Armada Hati yang dimiliki Napida, telah memiliki 4 armada yang sebagian besar mengantarkan ziarah ke makam para wali baik Wali Lima, Wali Delapan, Maupun Wali Sembilan.

“Wali Lima hanya sampai Sunan Bonang di Jawa Timur, Wali Delapan hanya sampai Sunan Kudus di Jawa Tengah, sedangkan Ziarah Wali Sembilan mulai dari Sunan Ampel sampai Sunan Gunung Jati di Cirebon Jawa Barat hingga Jakarta – Banten,” tutur Amin (52th), salah seorang yang dipercaya pemiliknya untuk mengoperasikan PO Armada Hati hingga diparkir di kediamannya di bilangan Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (11/1/2022).

Dikatakan Amin, satu armada satu sopir satu kondektur diberangkatkan sampai tujuan dan kembali pulang. Untuk wisata religi tergantung rute dan tujuan, misalkan wali lima di Jawa Timur hanya satu hari pagi berangkat sore audah kembali lagi. Ironisnya satu orang sopir dalam perjalanan jarak jauh tidak ada sopir pengganti.

“Selama perjalanan jarak jauh satu sopir tidak ada sopir pengganti, tapi ada istirahatnya dalam beberapa jam perjalanan,” terangnya.

Sedangkan untuk Wali Delapan memakan waktu dua hari dari Sunan Kudus dan Muriah langsung Bali tanpa Jawa Timur. Berikutnya untuk Wali Sembilan sampai sampai Jakarta dan Banten memakan waktu hingga enam hari termasuk kembali ke rumah masing masing.

“Tarif bis pariwisata PO Armada Hati sesuai jarak dan tujuan hanya untuk bis dan biaya makan sopir dan kondektur, di luar itu seperti bayar tol dan lainnya ditanggung panitia wisata religi,” tuturnya.

Dikatakan Amin tiap tahun bisa memberangkatkan wisata lokal sebanyak 20 kali normalnya 10 kali namun pada masa pandemi Covid-19 ini terbilang macet namun tidak seperti biasanya.

Namun untuk perawatan kendaraan ungkap Amin, tergantung yang diirasakan para sopir yang berjumlah empat orang itu, menurutnya manakala ada yang kurang nyaman esoknya langsung diperbaiki.

“Entah apanya yang rusak atau tidak enak, besok harus diperbaiki biar ada rasa kenyamanan untuk para penumpang,” pungkas Amin kepada beritalima.com

Reporter : Dedy Mulyadi

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait