Jombang | beritalima.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi dan Verifikasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar (SD). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula 1 Disdikbud Jombang, pada Rabu (11/2/2026) diikuti para operator Dapodik SD se-Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Kepala Bidang SD se Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma sekaligus dalam sambutannyaenekankan pentingnya ketelitian dan tanggungjawab dalam pengisian serta pemutakhiran data pada Data Pokok Pendidikan (DAPODIK).
Ia pun menjelaskan, data siswaaupunndata kelembagaan yang tercatat dalam Dapodik harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Bahkan mengingatkan bahwa data tersebut memiliki peran sangat krusial karena menjadi dasar dalam berbagai kebijakan pendidikan.
“Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai dengan kenyataan yang ada. Data itu dijadikan acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah), dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” tegasnya.
ketidaksesuaian data ungkap Rhendra, dapat berdampak pada terhambatnya layanan kepada sekolah maupun peserta didik, sehingga peran operator Dapodik menjadi sangat strategis dalam menjaga kualitas data pendidikan.
Sambung Ahmad Jalalludin selaku Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SD menjelaskan secara teknis. Verifikasi san pemutakhiran data sarana dan prasarana termasuk kesesuaian kondisi bangunan, ruang kelas, fasilitas pendukung fan kelengkapan data lainnya yang harus diperbaharui secara berkala.
“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman para operator sekolah terkait pentingnya akurasi data, sekaligus memastikan proses pemutakhiran berjalan sesuai prosedur. Dengan data yang valid dan mutakhir, diharapkan perencanaan serta penyaluran program pendidikan di Kabupaten Jombang dapat lebih tepat sasaran,” harap Jalal.
Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang di tempat yang berbeda menggelar Workshop Deep Learning untuk guru SMP, mendorong pembelajaran lebih bermakna, pada Senin (9/2/2026). Dimana pembelajaran mendalam atau Workshop Deep Learning bagi guru SMP tahun 2026. Secara resmi dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Abdul Majid, pada Senin (9/2/2026) di Aula Tut Wuri Handayani, tepatnya si Gedung PGRI Kabupaten Jombang.
Workshop ini ditegaskan Abdul Majid, terkait peran guru tidak hanya pada sebatas menyampaikan materi pelajaran. Melainkan tanggung jawab yang jauh lebih luas.
“Kembali tugas utama guru sebagaimana amanat Undang-undang Guru dan Dosen, yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik,” terang Sekdin Dikbud Jombang,” terangnya.
Ia pun menegaskan bahwa guru sebagai ujung tombak pendidikan, dengan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Guru diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan global.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penerapan enam kompetensi global dalam Pembelajaran Mendalam, yang menjadi landasan penguatan kualitas pendidikan di era transformasi saat ini. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta kewargaan global. Menurutnya, pendekatan ini mendorong pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pengawas sekolah, salah satunya Andulloh Syifa sebagai narasumber dari Pengawas SMP disdikbud Jombang. Dalam pemaparannya menekankan pentingnya perunahan paradigma pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses pendalaman konsep, pemecahan masalah nyata, dan refleksi berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diikuti guru-guru SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang selama tiga hari, dibekali materi konseptual, praktik penyusunan perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam, serta sesi diskusi dan refleksi.
“Para guru mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke-21, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang secara berkelanjutan,” harapnya.
Jurnalis: dedy








