Dorong Perdamaian Pasca Bentrok, Dirbinmas Polda Maluku Gelar Pembinaan di Hitu Mesing

  • Whatsapp

Hitu Mesing, Maluku — Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku yang juga menjabat sebagai UPU PASALO’OK/UPU PELINDUNG/PENGAYOM HETU JAZIRAH, Kombes Polisi Hujra Soumena, melaksanakan rangkaian kegiatan pembinaan dan pengarahan kepada masyarakat Negeri Hitu Mesing.

Informasi yang diterima media ini, pembinaan dan pengarahan tersebut, sebagai bagian dari upaya pemulihan keamanan dan perdamaian pasca bentrokan antar negeri di Jazirah Leihitu, khususnya antara Negeri Hitu Mesing dan Negeri Morela yang terjadi beberapa hari lalu.

Soumena mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, lembaga adat Hetu Jazirah, dan masyarakat, dalam meredam potensi konflik lanjutan serta mengembalikan nilai-nilai persaudaraan, pela-gandong, dan kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan sosial masyarakat Jazirah.

Dalam pembinaan yang dilaksanakan, Binmas Polda Maluku menekankan pentingnya menahan diri, tidak terprovokasi, serta mengedepankan mekanisme adat dan hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum diajak menjadi pelopor perdamaian di negeri masing-masing.

“Sebagai Dirbinmas Polda Maluku sekaligus Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah, saya hadir membawa pesan keamanan, adat, dan persaudaraan. Konflik tidak pernah membawa kemenangan, yang ada hanyalah luka bersama. Perdamaian adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan doa bersama di Masjid Negeri Hitu Mesing, yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Upu Pasalo’ok menegaskan bahwa agama dan adat harus menjadi penyejuk hati, tempat lahirnya kesadaran damai setelah terjadinya konflik.

“Masjid adalah tempat menenangkan hati. Dari sinilah kesadaran damai harus lahir. Apa yang ditutup karena emosi, hari ini kita buka kembali dengan niat baik dan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut nyata dari pembinaan dan pengarahan tersebut, Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah bersama Upu Negeri Hitu Mesing, tokoh pemuda, dan masyarakat, secara sadar dan tanpa paksaan membuka blokade jalan yang sebelumnya dilakukan pasca bentrokan. Aksi ini menjadi simbol kembalinya akal sehat, nilai adat, serta komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan ketertiban di Jazirah Leihitu.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Upu Negeri Hitu Mesing dalam pernyataannya mengajak seluruh anak negeri untuk tetap menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian persoalan kepada jalur adat dan hukum yang berlaku.

Langkah pembukaan blokade jalan ini mendapat apresiasi luas karena mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi konflik, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan humanis, adat, dan agama mampu menghasilkan solusi damai yang konkret.

“Dengan dibukanya kembali akses jalan, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan normal, serta situasi keamanan di Jazirah Leihitu tetap terjaga dalam suasana aman, damai, dan bermartabat,” jelasnya, dengan Closing Komitmen “Hetu Jazirah untuk Wujudkan Jazirah yang Aman dan Damai”. (ulin)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait