SURABAYA, Beritalima.com-
Anggota DPRD provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati, menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Sebagai legislator yang memiliki banyak binaan UMKM, Lilik menilai sektor ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, bahkan sejak masa krisis pandemi Covid-19.
“Kalau kita melihat, UMKM ini justru sektor yang paling tangguh. Sejak zaman Covid sudah terbukti, yang mampu bertahan dan tetap bergerak itu justru UMKM,” ujar Lilik.
Menurutnya, menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional saat ini, UMKM tidak boleh hanya berjalan di tempat. Mereka perlu didorong agar bisa naik kelas dan berkembang lebih pesat, baik dari sisi kapasitas usaha, daya saing, maupun keberlanjutan bisnis.
Salah satu persoalan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM, lanjut Lilik, adalah keterbatasan akses permodalan. Karena itu, Komisi C DPRD provinsi Jawa Timur terus mendorong skema pembiayaan yang mudah, murah, dan adil bagi UMKM melalui kemitraan dengan Bank Jatim dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Permodalan ini menjadi kunci. Maka kami di Komisi C bermitra dengan Bank Jatim dan BPR agar benar-benar memberikan skema kredit yang ramah UMKM, baik melalui KUR maupun program Prokesra,” jelas Ketua fraksi PKS DPRD provinsi Jatim tersebut.
Program Prokesra yang dijalankan BPR, mendapat respons positif dari masyarakat dan memiliki peminat yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akses pembiayaan yang terjangkau memang sangat besar di kalangan pelaku UMKM.
Untuk memastikan keberlanjutan program tersebut, DPRD provinsi Jawa Timur saat ini juga tengah mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal baru bagi BPR.
Lilik menegaskan, langkah ini bukan semata-mata untuk memperkuat institusi perbankan, melainkan sebagai strategi agar BPR memiliki ruang yang cukup untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.
“Penyertaan modal ini bukan untuk kepentingan perbankannya, tapi dampaknya kepada UMKM. Agar program seperti Prokesra bisa terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Lilik berharap, dengan dukungan regulasi, permodalan, dan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM di Surabaya dan Jawa Timur secara umum dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, penguatan UMKM dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Yul)








