Jakarta, beritalima.com| – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengatakan agar kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah dibawah Kementerian Sosial menjadi kebanggaan nasional. Mengapa?
Karena ada kesan, ujar Selly, istilah Sekolah Rakyat terkesan sebagai sekolah anak miskin.
“Pada saat nanti beroperasi, yang harus diingat oleh Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat dan daerah adalah labelling terhadap sekolah tadi. Jangan sampai anak-anak yang sudah (lekat) dengan dikotomi bahwa dia anak miskin, kemudian dia sekolah kemudian menjadi labelling dia dari sekolah kemiskinan,” jelas Selly di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Karena itu, Selly berharap perlunya terobosan lain agar nama sekolah rakyat dapat memberikan nilai positif bahkan menjadi kebanggaan bagi anak-anak yang sekolah di sana.
“Agar anak-anak yang bersekolah tadi dia punya kebanggaan. Bahwa dia dibiayai oleh Pemerintah, dan suatu saat mereka bisa menjadi orang sukses dan hebat seperti yang diinginkan oleh Presiden maupun Kemensos,” terang Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Selanjutnya, Selly mengingatkan, Sekolah Rakyat berbentuk boarding school dengan anggaran hampir sebesar Rp100 Miliar ini mesti mampu memikirkan dari segala macam aspek, dimulai dari kurikulumnya, tenaga pengajarnya dan lain sebagainya.
“Kurikulum ini tanggung jawab siapa, pasti Kemendikdasmen. Kemudian terkait dengan tenaga pengajar bagaimana? Karena tidak mudah untuk bisa menentukan siapa yang berhak untuk menjadi guru di sekolah tersebut. Berikutnya lagi penentuan siswa-siswanya kadang memang kategori untuk masuk di sekolah rakyat adalah anak-anak miskin dan anak-anak yang miskin ekstrem,” paparnya.
Yang tak kalah pentingnya, sorot Selly, yaitu anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar 100 Miliar. “Itu bukan uang kecil di saat kita sedang melakukan efisiensi. Tentu harus ada regulasi payung hukum yang memperkuat tentang keberadaan sekolah rakyat tadi karena melibatkan beberapa Kementerian-Lembaga,” ungkapnya.
Jurnalis: Rendy/Abri







