DPR Nilai Swasembada Energi Masih Jauh, Impor Minyak Tetap Dominan

  • Whatsapp
DPR nilai swasembada energi nasih jauh, impor minyak tetap dominan (foto: Pertamina)

Jakarta, beritalima.com|- Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian menilai klaim swasembada energi nasional belum mencerminkan kondisi riil di lapangan. Meski pembangunan kilang minyak telah rampung, Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak mentah.

Hal itu disampaikan Ramson dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Jakarta (22/1).

Menurut Ramson, konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara impor minyak mentah masih berada di kisaran 1 juta barel per hari. Produksi dalam negeri memang mengalami peningkatan menjadi sekitar 605 ribu barel per hari, namun tren penurunan lifting sejak 2004 dinilai belum teratasi.

“Kita belum bisa mengatakan swasembada. Kilang sudah ada, tetapi bahan bakunya masih sangat bergantung pada impor,” ujar Ramson.

Politikus Fraksi Partai Gerindra itu juga mengingatkan risiko geopolitik global yang dapat mengganggu pasokan energi nasional, termasuk potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Malaka. Menurutnya, ketergantungan impor membuat ketahanan energi Indonesia berada dalam posisi rentan.

Mengatasinya, Ramson mendorong pemerintah mempercepat revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi yang dinilai sudah tak lagi relevan dengan dinamika industri migas saat ini. Revisi tersebut dianggap penting untuk menarik investasi hulu migas dan mendorong peningkatan produksi minyak nasional.

“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada impor. Reformasi kebijakan migas harus segera dilakukan jika swasembada benar-benar ingin diwujudkan,” tegasnya.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait