DPR Soroti Kelemahan Hilirisasi Riset BRIN Soal Kebencanaan

  • Whatsapp
Anggota DPR Lalu Hadeian: DPR soroti kelemahan hilirisasi riset BRIN soal kebencanaan (foto: tvp)

Jakarta, beritalima.com|-  Kinerja Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat apresiasi dari DPR RI, terutama dalam hal realisasi anggaran dan capaian publikasi ilmiah. Namun, DPR mengingatkan agar riset nasional tidak berhenti pada tumpukan laporan dan jurnal akademik, melainkan benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Peringatan tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Lalu Hadrian dalam rapat kerja bersama BRIN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (2/2). Ia menekankan, tantangan utama riset ke depan adalah memastikan hasilnya berdampak langsung pada isu strategis seperti kebencanaan, ketahanan pangan, dan pembangunan daerah.

“Komisi X mengapresiasi kinerja BRIN, termasuk realisasi anggaran dan capaian publikasi. Tetapi ke depan, riset harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Lalu.

Komisi X mencatat realisasi anggaran BRIN Tahun Anggaran 2025 melampaui 89 persen dari pagu setelah blokir. Capaian ini dinilai positif, namun DPR menekankan tingginya serapan anggaran harus diikuti dengan kualitas output riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan nasional.

DPR secara khusus soroti lemahnya hilirisasi riset kebencanaan. Menurut Lalu, riset kebencanaan tidak boleh berhenti sebagai kajian akademik, tetapi harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan penanggulangan bencana oleh kementerian dan lembaga terkait.

“Riset kebencanaan harus aplikatif. Hasil riset BRIN perlu terintegrasi dengan sistem respons darurat nasional, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pencarian dan penyelamatan korban,” tegas legislator Fraksi PKB itu

Selain itu, Komisi X mendorong optimalisasi penggunaan inovasi hasil riset, seperti teknologi pemetaan dan deteksi dini, agar tidak hanya menjadi prototipe, tapi dimanfaatkan dalam mitigasi dan penanganan bencana. DPR meminta BRIN membuka akses yang lebih luas terhadap dokumen mitigasi bencana serta data lingkungan hidup sebagai langkah preventif mengurangi risiko bencana di masa depan.Dalam pembahasan rencana kerja strategis BRIN di 2026, DPR menilai pemerataan riset masih menjadi pekerjaan rumah besar. Aktivitas riset dinilai masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) justru minim akses terhadap inovasi dan teknologi.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait