GRESIK, beritalima.com– Suasana heroik layaknya pertempuran 10 November di Surabaya tersaji di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu malam (30/8/2025). Ribuan warga larut dalam euforia Karnaval Budaya yang digelar Karang Taruna Dusun Pereng Kulon.
Drama kolosal yang dipentaskan menggambarkan pasukan pejuang menyerbu tentara penjajah bersenjata lengkap, bahkan dengan tank tempur. Para pejuang, yang diperankan santri Mbah Hasyim Asy’ari, digambarkan bersemangat hingga akhirnya berhasil memukul mundur penjajah. Adegan ini menjadi salah satu tontonan paling ditunggu penonton.
Tak hanya drama, karnaval juga diramaikan dengan parade replika raksasa. Setiap RT menampilkan karya megah, mulai dari patung Anoman, replika tank Alutsista, hingga miniatur Candi. Peserta karnaval pun tampil menawan dengan busana bertema sejarah, mulai dari pejuang kemerdekaan, seragam tentara, hingga prajurit kerajaan.
Ketua Panitia Karnaval, Edi Suflan, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 10 RT dari Dusun Pereng Kulon. Antusiasme warga begitu besar hingga rela mengeluarkan biaya untuk menampilkan karya spektakuler. “Alhamdulillah acara ini sukses dan sangat meriah. Festival ini juga kami lombakan untuk memberikan motivasi bagi para peserta,” ujarnya.
Edi menjelaskan, rute karnaval dimulai dari GOR Bung Utomo, melintasi jalan hingga ke timur Balai Desa Melirang, lalu kembali lagi ke GOR. Sepanjang rute, ribuan penonton memadati jalan untuk menyaksikan penampilan peserta.
Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Gresik yang sekaligus warga Pereng, Noto Utomo. Ia menyebutkan kegiatan ini memiliki nilai penting sebagai pengingat perjuangan bangsa. “Kegiatan ini bisa membangun kesadaran sejarah, bahwa kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan dengan darah para pahlawan,” ucapnya.
Noto menambahkan, festival budaya semacam ini layak dijadikan agenda rutin minimal dua tahun sekali. Selain menjadi hiburan rakyat, acara tersebut juga memperkuat persatuan. “Kita bisa lihat, pemudanya sangat kompak. Saya bangga melihat kebersamaan warga yang begitu guyub rukun,” pungkasnya.
(Moh Khoiron)






