Dugaan Perundungan, Kasek SMPN 1 Genteng : Itu Tidak Membahayakan

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – M.Shodiq, Kepala Sekolah SMPN 1 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur membenarkan telah melakukan pemukulan terhadap siswanya. Bahkan ia juga mengaku memerintahkan pada siswa untuk menghapus tulisan dipapan tulis menggunakan pipinya.

Pernyataan tersebut disampaikan dihadapan beberapa wartawan saat dikonfirmasi dikantornya pada Selasa, (7/6/2022).

Bacaan Lainnya

“Iya, memang saya pukul tapi hanya ringan dan tidak membahayakan,” kata M.Shodiq, Kasek SMPN 1 Genteng, Banyuwangi.

Menurut M. Shodiq, hal itu dilakukanya lantaran anak tersebut meremehkan dan tidak menghormati saat dirinya mengajar. Namun demikian apa yang ia lakukan masih sebatas kewajaran dan edukatif.

“Menurut saya ini masih edukatif dan tidak membahayakan kok,”ujarnya.

Selain itu, M. Shodiq juga mengaku memerintahkan kepada siswa tersebut untuk menulis namanya dipapan tulis kemudian dihapus menggunakan pipinya.

“Saya suruh tulis namanya dipapan tulis, kemudian kami suruh menghapusnya dengan pipinya,” terangnya.

Menurut M. Shodiq, persoalan ini sudah selesai, Karena dirinya dan juga Komite sudah mendatangi keluarganya untuk meminta maaf.

“Saya bersama Komite sudah mendatangi rumahnya dan meminta maaf.

Dengan kejadian Ini sebagian masyarakat sangat menyesalkan, pasalnya apa yang dilakukan oleh Kasek SMPN 1 Genteng dianggap tidak selaras dengan konsep Banyuwangi sebagai Kabupaten Welas Asih (Compassion) yang dilaunching beberapa tahun lalu bersama Bupati Abdullah Azwar Anas yang disaksikan Mendiknas Prof. Muhajir.

Berbanding terbalik, Sebelumnya menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno menuturkan, Pemberian punishment seyogyanya bersifat edukatif, dan hindari berdampak luka hati pada siswa.

“Pemberian Punishment seyogyanya bersifat edukatif dan hindari berdampak luka hati pada siswa,” tuturnya.

Sementara konsep Sekolah Ramah Anak sedang digalakkan di Banyuwangi. Juga Mendikbud Nadiem Makarim dengan konsep sekolah merdeka jauh dari buli. bahkan belakangan diketahui siswa yang mendapat dugaan perundungan oleh kepala sekolah tersebut adalah anak yatim piatu.

Sebagian warga mengharap langkah tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi guna menindak oknum kepala sekolah yang tidak sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan Kemendikbud. (bi)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait