Eden : Sidang Pencabulan Pendeta HL Diundur Jum’at Siang, Saya Dengar Ada Beberapa Orang Korban Lain

  • Whatsapp

SURABAYA – beritalima.com, Kasus percabulan oleh HL, oknum pendeta gereja HFC Surabaya hari ini, Selasa (30/6/2020) disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda pemeriksaan saksi korban.

Namun sidang terpaksa ditunda karena perlalatan teleconfrence yang dipakai selama persidangan mengalami kerusakan.

Abdulrachman Saleh, penasehat hukum terdakwa HL saat dikonfirmasi menjelaskan, agenda sidang hari ini sebetulnnya adalah keterangan dari orangtua korban dan calon suaminya korban. Tetapi karena peralatan teleconfrence mengalami kerusakan sidang ditundah,

“Mestinya sidang hari ini, memeriksa orang tua korban dan calon suami korban. Tapi karena peralatan teleconfrence mengalami kerusakan dan majelis hakim tak bisa mendengarkan suara lebih jelas makanya ditunda,” kata Abdulrachman di Pengadilan Negeri Surabaya.

Menurutnya, penundaan sidang keterangan saksi-saksi tersebut akan dilanjutkan pada hari Jum’at tanggal 3 Juli 2020 jam 1 siang.

“Pemeriksaan terhadap saksi tadi terhenti karena teleconfrence berjalan tidak normal. Jadi, sidang ditunda hari Jum’at lusa. Tadi saksi sempat memberikan keterangnya meski sedikit,” kata Abdulrachman saat dikonfirmasi.

www.beritalima.com

Sementara Eden, selaku kuasa hukum korban (IW) mengatakan bahwa didalam persidangan tadi, AW, orang tua korban sempat ditanya oleh majelis hakim kenapa dia menolak pemberkatan nikah anaknya oleh terdakwa pendeta HL.

“Disampaikan oleh Ayah si korban, penolakan terjadi setelah dia mengetahui kalau anaknya telah dicabuli secara terselubung oleh terdakwa dan itu membuat dia sebagai ayahnya sangat marah,” kata Eden.

Ditanya, apakah Eden tahu terkait latar belakang penggantian tim kuasa hukum terdakwa HL dari yang selama ini dipegang oleh Hotma Sitompul dkk berganti dipegang Abdurachman Saleh dari Situbondo.

Eden menjawab dirinya tidak tahu secara pasti penyebabnya,

“Sebenarnya saya bingung juga. Mungkin dia tahu bahwa kliennya salah, terus dipaksakan dibenarkan. Sebab dalam persidangan kemarin terdakwa bilang bahwa itu terjadi 2005 dan 2006. Hello… Sampai 2011 di Amerika itu IW masih dicabuli. Cuma dia nggak ngaku. Tidak mengaku itu haknya terdakwa, cuman kita lihat saksi-saksi yang akan datang, dia melihat bagaimana korban kacau dan mukanya kusut setelah turun dari lantai 4 gereja HFC. Terus keinginan korban yang lari ke Amerika karena tindakan yang tidak baik dari terdakwa HL. Itu khan sudah indikasi” jawab Eden.

Kepada awak media, Eden juga mengungkapkan cara terdakwa mencabuli IW.

Korban IW, ungkap Eden disuruh naik ke lantai 4 oleh HL, naik dong ke lantai 4. Karena tidak bisa berbuat apa-apa, karena dalam ancaman. Kalau dia menolak, kalau dia melapor maka ayahnya akan dihancurkan, bahkan calon suaminya pun kedepan akan dihancurkan.

“Jadi untuk masuk keruangan HL di lantai 4 itu tidak sembarangan. Itu harus pakai kartu, hanya bisa dibuka dari dalam, tidak bisa dibuka dari luar. Jadi orang yang bisa masuk ruangan itu hanyalah orang-orang yang diijinkan oleh HL atau pelaku. Tunggu saja saksi-saksi yang akan muncul itu siapa.? Yang jelas itu saksi-saksi itu adalah orang-orang yang melihat,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, kepada awak media, Eden juga menyatakan sebetulnya terdakwa HL mempunyai perangai yang cukup unik, kendati dia adalah seorang pendeta atau tokoh agama.

“Saya mendengar bukan IW saja yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari HL. Tapi ada beberapa orang. Sebenarnya tunggu mereka untuk berbicara. Saya punya buktinya kok,” pungkas Eden.

Diberitahukan pula oleh Eden, terdakwa HL, kini sudah tidak lagi menjalani masa penahanan di Polda Jatim, tapi sudah dipindahkan ke ruang tahanan Polrestabes Surabaya. (Han)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait