F-15E AS Ditembak Jatuh di Iran, Misi Penyelamatan Dramatis 48 Jam: Trump Sebut Paling Berani Sepanjang Sejarah

  • Whatsapp

Internasional, beritalima.com — Dunia dikejutkan dengan jatuhnya pesawat tempur Amerika Serikat jenis F-15E Strike Eagle di wilayah barat daya Iran pada Jumat (3/4/2026). Insiden ini menjadi kehilangan pertama armada tempur AS sejak memanasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari lalu.

Pesawat tersebut dilaporkan ditembak jatuh saat menjalankan misi di wilayah berisiko tinggi. Dua awak di dalamnya pilot dan petugas sistem persenjataan berhasil melontarkan diri beberapa detik sebelum pesawat hancur.

Pilot ditemukan dan diselamatkan dalam waktu singkat. Namun, satu kru lainnya sempat hilang, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran di medan pegunungan yang ekstrem dan berbahaya.

Dramatis: Diburu di Wilayah Musuh Selama 48 Jam

Selama hampir 48 jam, situasi berlangsung menegangkan. Pasukan Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sama-sama memburu satu orang yang sama di kawasan pegunungan. Satu pihak berusaha menyelamatkan, sementara pihak lain diduga ingin menangkap.

Televisi pemerintah Iran bahkan sempat merilis foto-foto yang diklaim sebagai puing pesawat, mulai dari ujung sayap, bagian penstabil vertikal, hingga kursi lontar yang rusak.

Ketegangan akhirnya mereda pada Minggu (5/4/2026), saat militer AS berhasil mengevakuasi kru yang sempat hilang tersebut dalam kondisi selamat, meski mengalami cedera.

Trump: Operasi Penyelamatan Paling Berani

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut misi ini sebagai salah satu operasi paling berani dalam sejarah militer negaranya.

“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh, di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh yang semakin mendekat setiap jamnya,” ujar Trump.

Ia memastikan kru yang diselamatkan akan pulih, serta menegaskan tidak ada korban jiwa dari tim penyelamat dalam operasi tersebut.

Operasi Militer Besar dengan Senjata Canggih

Menurut Trump, operasi penyelamatan melibatkan puluhan pesawat tempur dengan dukungan persenjataan paling mutakhir. Misi ini dirancang dengan perencanaan matang di tengah ancaman tinggi dari wilayah musuh.

Ia juga mengklaim, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah militer AS di mana dua awak pesawat berhasil diselamatkan secara terpisah dari wilayah musuh yang aktif.

Konflik Memanas, Risiko Semakin Tinggi

Insiden jatuhnya F-15E Strike Eagle menjadi simbol meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran kini semakin tajam, dengan potensi konflik yang lebih luas dan berisiko tinggi.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait