Jakarta, beritalima.com| – Festival Bandeng Rawa Belong Kembali digelar, hidupkan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Betawi serta geliatkan pendapatan ekonomi pedagang. Acara tahunan yang kental dengan akulturasi budaya ini mengusung tema “Harmoni Tradisi Betawi dan Tionghoa Menuju Jakarta Kota Global dan Berbudaya”.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, festival ini bukan sekadar seremoni untuk menjaga warisan budaya, melainkan juga ruang penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di kawasan Rawa Belong, Jakarta. “Saya mengharapkan bahwa UMKM di Rawa Belong ini hidupnya menjadi lebih baik,” ujar Pramono (14/2).
Festival ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Imlek, sehingga menjadi perpaduan menarik dalam memelihara harmonisasi antar ummat beragama. Beragam ukuran ikan Bandeng disajikan, dalam kondisi masih segar dan bebas formalin.
Selain merayakan tradisi bandeng, Pramono mengusulkan penyelenggaraan acara lainnya untuk memperkuat identitas Jakarta, yakni haul ulama besar Betawi dan para pahlawan yang berkontribusi membangun Betawi dan Jakarta. Ia ingin acara tersebut diselenggarakan di Monumen Nasional, sekaligus untuk menyambut ulang tahun Jakarta.
“Saya yakin ini akan menjadi hal yang sangat positif bagi perkembangan untuk Majelis Adat Betawi dan sekaligus juga untuk mengenang para tokoh, para ulama, para pahlawan yang telah memberikan kontribusi bagi Jakarta,” jelas Pramono.
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Festival Bandeng Rawa Belong, yang merupakan tradisi budaya Betawi. “Saya atas nama Kaum Betawi, atas nama Majelis Kaum Betawi menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga,” ujar Foke, sapaan akrabnya.
Jurnalis: abri/rendy/bj








