Film Hostage’s Hero, Pentingnya Menjaga Kedaulatan Laut Indonesia

  • Whatsapp
Film Hostage’s Hero, Pentingnya Jaga kedaulatan laut Indonesia (foto: istimewa)

Jakarta, beritalima.com|- Masih dalam suasana libur Lebaran dan Paskah, masyarakat Indonesia disuguhkan sebuah film apik dari kisah nyata berjudl Hostage’s Hero, tentang pembajakan kapal milik Pertamina (2004) yang memiliki pesan penting bagi kita semua: menjaga kedaulatan laut di NKRI.

Film berdurasi satu setengah jam dan disutradrai oleh Revo S. Rurut dan Rumah Produksi Iswara ini, menghadirkan sejumlah aktor ternama diantaranya Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, Aditya Herpavi, Chocky Sitohang, Ritassya Wellgreat, Bang Tigor, dan Brata Santoso dan mulai tayang di bioskop seluruh Tanah Air sejak 2 April kemarin.

Hal menarik dari film laga sekaligus membawa pesan pendidikan sejarah kemaritiman, yaitu peran penting TNI, khususnya TNI AL, dalam mengamankan semua jalur strategis perairan Indonesia. Dalam film Hostage’s Hero, lokasi perairan yang menjadi saksi nyata adalah Selat Malaka, salah satu jalur laut tersibuk internasional.

Kisahnya terjadi pada Juni 2004, dimana sebuah Kapal tanker milik Pertamina MT Pematang dari perjalannya dari Pelabuhan Belawan, Medan (Sumatera Utara) menuju Pulau Berhala melewati Selat Malaka, dibajak segerombolan perompak bersenjata, dengan meminta tebusan sejumlah uang. Nahkoda beserta crew (36 orang) lalu disandera dibawah todongan senjata. Beruntung, salah satu crew kapal beri sinyal tanda bahaya yang kemudian diterima oleh kapal perang TNI AL disekitarnya, yakni KRI Karel Satsuit (KS) Tubun-356.

Sebelum melakukan aksi, Komandan KRI KS Tubun menghubungi pusat di Jakarta untuk meminta bantuan pasukan khusus TNI AL guna membebaskan sandera. Ternyata jawabannya tidak ada yang bisa digerakkan dalam waktu cepat ke lokasi pembajakan. Di sinilah peran penting sang Komandan KRI KS Tubun, Letkol A. Taufiq (kini purnawirawan barpangkat Laksamana madya), yang perintahkan crewnya untuk siap tempur membebaskan sandera pada dini hari dan sukses.

Film yang diangkat dari kisah nyata yang ditulis dari buku Operasi Pembebasan Kapal Tanker MT Pematang oleh TNI AL”, terbit Januari 2025 oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana M. Ali. Disebutkan oleh Kasal dalam buku yang diterbitkan Dinas Penerangan dan Sejarah TNI AL, “merupakan operasi pembebasan sandera pertama di atas kapal yang menjadi highlight yaitu tim pasukan pembebas bukan berasal dari satuan elit anti teror oleh TNI AL, melainkan personil dari KRI KS Tubun-356…”

Dalam buku tersebut, Laksdya (Purn) A. Taufiq menggarisbawahi, tindakan segera yang diambil – disamping tujuan utama pembebasan sandera dan melumpuhkan pihak perompak – untuk  menciptakan suasana aman di salah satu perairan tersibuk jalur internasional (Selat Malaka). Di akhir flm disebutkan, berkat operasi pembebasan sukses dari TNI AL melalui kehadiran KRI KS Tubun-356, resiko keamanan di Selat Malaka turun hingga 75 persen.

Bagi Raditya Poernomo, Ketua Putra-Putri Hiu Kencana, yang mengajak wartawan beritalima nonton perdana Hostage’s Hero pada akhir Maret lalu menampaikan, “kisah heroik film ini menjadi pembelajaran penting soal bela negara, cinta tanah air, terutama untuk menjaga perairan Indonesia.”

Jurnalis: abriyanto

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait