Film Pelangi di Mars Tayang Lebaran, Wamen Ekraf: Karya Anak Bangsa 

  • Whatsapp
Film Pelangi di Mars tayang Lebaran, Wamen Ekraf: Karya anak bangsa (foto: kemenekraf) 

Jakarta, beritalima.com|-  Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar meresmikan peluncuran giant balloon dari film Pelangi di Mars produksi anak bangsa yang akan tayang pada libur Lebaran nanti.

“Film Pelangi di Mars bukan hanya pencapaian sebuah film Indonesia, tetapi juga perkembangan teknologi yang mana dunia bisa melihat mahakarya dari talenta-talenta anak bangsa yang kreatif. Kami bangga dapat mendukung Pelangi di Mars sebagai salah satu film Indonesia yang menunjukkan pencapaian besar dari sisi skala produksi dan kualitas visual,” ucap Irene saat meresmikan balon raksasa Pelangi dan Robot Batik di SCBD Tunnel BEJ, Jakarta (19/2).

Irene mengapresiasi film Pelangi di Mars bertema petualangan dan fiksi ilmiah serta didukung teknologi Extended Reality (XR) untuk kedalaman penyampaian cerita dengan genre sci-fi (fiksi ilmiah). Kolaborasi hexahelix sebagai kunci kemajuan industri kreatif, termasuk dukungan dari Artha Graha Peduli bersama SCBD, SCBD Park, dan Creative Event Entertainment (CEE).

“Apalagi sebelumnya, saya sudah meninjau DossGuavaXR Studio yang merupakan satu kebanggaan hidden gems dari lokasi di balik layar film ini. Terima kasih kepada Artha Graha Peduli yang sudah percaya dengan IP Indonesia melalui subsektor film dan selalu mendukung perjuangan ekonomi kreatif lewat UMKM,” jelas Irene.

Film Pelangi di Mars diproduseri oleh Dendi Reynando, disutradarai Upie Guava dengan masa garapan hampir 5 tahun. Beberapa aktor dan aktris bakal hadir dalam adegan live-action seperti Messi Gusti (Pelangi), Lutesha (Pratiwi), dan Rio Dewanto (Banyu).

Sementara lima robot ikonik akan mengeluarkan suaranya dari talenta-talenta kreatif voice actor Indonesia, misalnya Bimoky (Robot Batik), Kristo Immanuel (Yoman), Gilang Dirga (Petya), Vanya Rivani (Kimchi), dan Dimitri Arditya (Sulil).

Tampak hadir dalam acari ini seperti pemilik Artha Graha Group Tomy Winata, Wakil Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Christina Harapan, President Director Kawasan SCBD Arpin Wiradisastra, Komisaris Artha Graha Network Josephine Sukmadewi, Keinaya Messi Gusti sebagai pemeran Pelangi, Bimoky pengisi suara Batik, dan Kristo Immanuel pengisi suara Yoman.

“Pelangi di Mars berangkat dari kegelisahan secara personal karena film anak dan keluarga masih sangat terbatas (under supply) untuk sinema Indonesia. Balon raksasa ini dihadirkan sebagai simbol bahwa Pelangi di Mars adalah cerita untuk semua orang. Harapannya, Pelangi di Mars dapat menjadi IP asli Indonesia yang terus menjadi kebanggaan keluarga,” cerita Dendi Reynando.

Peluncuran balon raksasa Pelangi di Mars menjadi momentum perkenalan Intellectual Property (IP) atau universe film karya anak bangsa yang menghadirkan perpaduan live action dan animasi. Sutradara film ini juga menyoroti dimensi emosional proyek film yang melibatkan sekitar 300 talenta kreatif di Indonesia.

“Film ini terasa seperti karya yang dilukis bersama. Energi kolaborasi yang besar membuat Pelangi di Mars bukan sekadar film, tetapi gerakan untuk menghadirkan dongeng dan imajinasi bagi anak-anak Indonesia,” terang Upie Guava.

Rencananya, Film Produksi Mahakarya Pictures ini tayang pada 18 Maret, siap mengguncang layar lebar untuk momen perayaan lebaran yang mengangkat nilai imajinasi, inspirasi kecanggihan teknologi digital dan pendidikan literasi cerita anak Indonesia.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com

Pos terkait