Jakarta, beritalima.com|- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) gelar acara World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (8/2), dihadiri perwakilan lintas agama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana damai dan penuh suka cita. Tampak hadir padai forum lintas agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan, DPD RI beruntung kembali dipercaya sebagai ruang pertemuan tokoh lintas agama, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. “Ini sudah tahun kedua DPD RI dipercaya menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh lintas agama,” ujarnya.
Sultan menggaribwahi, Indonesia sebagai bangsa yang multikultural dan multiagama memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga solidaritas dan harmoni di tengah keberagaman, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia.
“Menjaga harmonisasi, menjaga solidaritas kebhinekaan, dan yang paling penting : from Indonesia to the world,” ucap Sultan. Ia menambahkan, di tengah berbagai konflik global, mulai dari isu perang hingga tantangan perubahan iklim, Indonesia hadir sebagai contoh atau prototype membawa pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan dan kemanusiaan.
Selain itu, Ketua Kehormatan Inter Religious Center (IRC) Indonesia Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (akrab disapa Din Syamsuddin) menekankan, momentum ini menjadi perayaan kemajemukan dan kebersamaan antarumat beragama. Menurutnya, umat dari berbagai agama perlu terus merayakan persaudaraan sebagai sesama manusia, sekaligus menunjukkan Indonesia diakui dunia sebagai negara majemuk dengan tingkat kerukunan yang tinggi berlandaskan Pancasila.
Din Syamsuddin mengingatkan, kerukunan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang sudah pasti (taken for granted). Sehingga pentingnya merawat harmoni secara berkelanjutan melalui ruang-ruang dialog dan kegiatan lintas iman seperti ini. Ia apresiasi kepada DPD RI yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i menuturkan, “hari ini kita ingin menunjukkan kepada dunia sebuah konstruksi kerukunan yang sudah berlangsung sejak kita merdeka, dan tentu kita bergembira acara ini bisa dilaksanakan.”
Jurnalis: rendy/abri








