Fraksi PKB Desak Pemkab Bondowoso Ajukan Anggaran Covid 19 ke DPRD

  • Whatsapp
Foto: Ketua Fraksi PKB H Tohari saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai melaksanakan konfrensi pers di kantor DPC PKB Bondowoso (Rois beritalima.com)
www.beritalima.com

BONDOWOSO, beritalima.com – Ketua Fraksi DPRD Bondowoso desak pemerintah Daerah untuk segera mengajukan anggaran bencana Covid 19 yang saat sudah merambat ke Bondowoso.

Pengajuan anggaran tersebut untuk pembelian alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan mendesak lainnya untuk perlengkapan perawatan serta pencegahan Covid 19.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi PKB usai menggelar video conference di kantor DPC PKB Bondowoso. Menurutnya, sampai saat ini Pemkab Bondowoso belum mengajukan anggaran Covid 19 ke pimpinan DPRD.

“Sebenarnya simpel, tinggal Pemkab mengajukan pemberitahuan saja ke pimpinan DPRD Bondowoso untuk dana Bencana Covid 19. Anggarannya langsung bisa dicairkan tidak perlu ada rapat maupun persetujuan, karena sifatnya mendesak,” ungkapnya sabtu (28/03) kepada sejumlah wartawan.

www.beritalima.com

Lanjut Tohari, ditengah mewabahnya virus corona ini perlu penanganan serius dari Pemkab agar apa yang dibutuhkan oleh rumah sakit segera teratasi. Sehingga tidak terlambat untuk mengatasinya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Dananya bisa diambil dari beberapa sumber yang tidak terlalu mendesak kebutuhannya. Contohnya, anggaran yang dari DPRD Bondowoso dan banyak pos-pos anggaran yang bisa dialihkan ke dana bencana Covid 19,” tegasnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pihaknya meminta agar Pemkab gerak cepat untuk segera mungkin mengajukan anggaran Covid 19.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Sementara Sekda Bondowoso Syaifullah saat di hubungi melalui telpon selulernya menyampaikan bahwa sampai saat ini Pemkab Bondowoso masih ada sisa anggaran Biaya tidak terduga (BTT) kurang lebih 1,6 milliar.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Anggaran BTT Pemkab Bondowoso itu 2 Milliar, sudah dipakai untuk bencana Ijen sekitar 400 juta. Jadi saat ini Pemkab masih bisa menggunakan sisa anggaran tersebut untuk kebutuhan bencana Covid 19,” ungkapnya.

www.beritalima.com

Lanjut Syaifullah, pihaknya akan melaksanakan rapat terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait pencegahan Covid 19 ini. Sehingga dengan begitu bisa dipastikan nanti berapa kebutuhan anggaran bencana Covid 19 ini.

“Nanti setelah rapat kita bisa pastikan berapa anggaran yang dibutuhkan. Baru nantinya kita akan mengajukan ke DPRD untuk pemberitahuan penanggulangan Covid 19,” pungkasnya. (*/Rois)

www.beritalima.com

Pos terkait