Gagas Ekstrak Teh sebagai Pengobatan Alternatif Gusi Bengkak, Mahasiswa FKG Unair Sabet Juara I Esai Nasional

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com|
Ksatria Airlangga kembali menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Kabar terbaru dari Mohammad Iqbal, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Universitas Airlangga (Unair). Ia berhasil meraih Juara I Esai Nasional The 10th Math Competition UNISKA yang diselenggarakan oleh Himadiktika Unsika pada Kamis (19/10/2023).

Mahasiswa FKG Unair itu mengangkat gagasan tentang optimalisasi terapi gingivitis menggunakan bahan nanopartikel gel yang bahan aktifnya adalah ekstrak teh hijau (Camellia sinensis).

Iqbal mengungkapkan bahwa ia menggagas ekstrak teh terinspirasi dari budaya minum teh di Indonesia. Menurutnya, hal ini juga dilandasi dari produksi teh di Indonesia yang selalu melonjak tiap tahun.

“Indonesia merupakan negara dengan produksi teh tertinggi kedelapan di dunia. Bahkan laporan BPS tahun 2021 menuliskan jumlah total panen tahunan teh mencapai 138.323 ton. Akan sangat disayangkan sekali apabila penggunaannya hanya untuk diminum saja,” ujar Iqbal.

Kaya Senyawa Aktif
Setelah menelaah mengenai potensi yang ada, kata Iqbal, ternyata teh kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid dan senyawa antioksidan. Senyawa flavonoid dan antioksidan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal antiinflamasi.

Lebih lanjut, Iqbal juga mengungkapkan bahwa penggunaan obat-obatan kimiawi sintetik secara jangka panjang dalam berpotensi menyebabkan efek samping seperti gastritis. Ia juga melansir dari sebuah studi tahun 2021 bahwa pasien yang mengalami efek samping gastritis mencapai 78,8 persen.

Dari gagasan tersebut, Iqbal berharap mampu membantu memberikan solusi alternatif terhadap perawatan gusi bengkak yang dikemas dalam sediaan gel nanopartikel. Selain itu, ia memilih sediaan gel karena pengaplikasiannya yang mudah serta ukuran nanopartikel yang sangat kecil. Baginya, hal ini memungkinkan penetrasi senyawa aktif ke dalam jaringan gusi yang mengalami pembengkakan.

“Hal ini ideal karena syarat senyawa yang mampu penetrasi ke dalam mukosa harus memiliki nilai Log P yang kurang dari tiga. Karya ini merupakan tindak lanjut dari karya yang saya lombakan di kompetisi yang sama di tahun lalu. Namun pada tahun ini saya mengusung bahan yang dikemas secara lebih optimal dan efektif,” tuturnya.

Berkat gagasan kreatifnya itu, Iqbal berhasil menyabet juara 1 pada ajang kompetisi esai ilmiah nasional. Selanjutnya, mahasiswa FKG Unair itu berharap akan ada penelitian lebih lanjut mengenai potensi ekstrak teh sebagai alternatif terapi di dalam bidang kedokteran gigi. (Yul)

beritalima.com

Pos terkait