BONDOWOSO, beritalima.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bondowoso tak sekadar seremoni. PWI Bondowoso memilih merayakannya dengan aksi nyata melalui penanaman 2.000 bibit pohon dan berbagai kegiatan sosial di Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan bertajuk “Gerakan Sedekah Oksigen” dengan tema Tanam Satu Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen itu terselenggara atas kerja sama PWI Bondowoso dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Perum Perhutani KPH Bondowoso, serta sejumlah pihak terkait.
Selain penghijauan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Di antaranya donor darah yang berhasil mengumpulkan 20 kantong darah, pasar pangan murah menyediakan 600 liter minyak goreng dan 52 karung beras atau sekitar 2,2 kuintal, layanan cek kesehatan gratis bagi 80 warga, serta santunan kepada 20 anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, Administratur Perhutani Ahmad Munir, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, Ketua PCNU KH Abdul Qodir Syam, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Sekda Bondowoso Fathur Rozi mengapresiasi inisiatif insan pers yang dinilainya memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi, mencegah banjir dan tanah longsor, serta meningkatkan kualitas udara bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program serupa sebelumnya telah digelar di Kecamatan Sukosari, Curahdami, dan Maesan, sebelum kembali dilaksanakan di Sumber Wringin atas inisiasi PWI Bondowoso.
“Sedekah oksigen mungkin tidak terlihat langsung, tetapi manfaatnya besar bagi kita dan generasi mendatang. Insya Allah ini juga bernilai ibadah,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ajaran Islam. Ia mencontohkan konsep tanah haram dalam syariat Islam yang melarang perusakan pohon dan perburuan hewan.
“Dalam kondisi ihram, umat juga dilarang memotong kayu dan berburu. Ini menunjukkan Islam sangat menjunjung tinggi konservasi lingkungan,” tuturnya.
Menurutnya, menjaga alam adalah amanah yang harus dipelihara bersama demi keberlangsungan kehidupan.
Ketua PWI Bondowoso, Sincha Ari Pangestu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen wartawan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan berkelanjutan dan kepedulian sosial.
“HPN dan HUT PWI tidak hanya kami maknai sebagai perayaan, tetapi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Wartawan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut ambil bagian dalam aksi sosial dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap Gerakan Sedekah Oksigen dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak.
“Menanam hari ini berarti menyiapkan kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*/Rois)








