SIDOARJO, Beritalima.com-
Anggota DPRD provinsi Jatim Adam Rusydi Spd MPd menggelar penyerapan aspirasi masyarakat masa persidangan kedua tahun 2025-2026 di Tropodo, kecamatan Waru Sidoarjo. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026).
Hadir dalam acara tersebut ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa- lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang berfungsi sebagai “parlemen” desa, red), perwakilan RT-RW se-kecamatan Waru, perwakilan Posyandu dan beberapa elemen masyarakat.
Warga Tropodo sebagian besar mengeluh masalah banjir yang sepanjang sejarah mereka tinggal, masih terjadi, walaupun sudah berganti bupati berpuluh kali.
Disamping banjir yang bahkan masyarakat Sidoarjo sudah “beradaptasi” dan sudah “berdamai” dengan genangan air bertahun-tahun, warga juga minta ketua DPD partai Golkar Sidoarjo ini memberikan fasilitas pelatihan untuk meningkatkan potensi mereka agar bisa membuka usaha.
Ada juga yang meminta perlengkapan kesehatan untuk Posyandu, perlengkapan meja kursi, lemari, kipas angin dan tenda untuk kegiatan warga. Dan Adam langsung menyanggupi kebutuhan tersebut dengan merogoh kocek dari kantung pribadinya.
Sementara itu untuk menanggapi keluhan banjir, ketua komisi C DPRD provinsi Jatim ini mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat terkait banjir yang “melegenda” merupakan PR yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan secara tuntas.
Meskipun Adam mengakui bahwa pihaknya sudah berjuang untuk mengawal keinginan warga tersebut ke tingkat provinsi dan pemerintah pusat agar mendapatkan bantuan anggaran.
“Semua saling berkolaborasi bapak ibu sekalian, antara pemerintahan desa, Kabupaten provinsi dan pusat. Apalagi hari ini ada pemerintahan desa, semua proses pengusulan hari ini semua harus melalui desa, In Syaa Allah akan kami fasilitasi,” terang ketua IKA Unesa ini.
Adam mengungkapkan bahwa permasalahan penanggulangan banjir Sidoarjo ini membutuhkan dana sekitar Rp 2 sampai Rp 3 triliun. Karena itu agak sulit untuk dipenuhi tahun ini, tapi Adam memastikan betul bahwa untuk menanggulangi banjir ini wajib dicicil setiap tahunnya.
“Kami akan berusaha agar pemerintah kabupaten Sidoarjo untuk terus membuat saluran drainase yang saling terintegrasi, dan yang tidak kalah pentingnya lagi bapak ibu sekalian, kami juga mohon bantunya kepada panjenengan semua. Sehebat apapun pemerintah dalam menangani penanggulangan banjir, kalau masyarakatnya tidak support untuk mengatasi permasalahan banjir dengan tetap membuang sampah sembarangan, ya percuma,” tegas pria muda berwajah tampan yang selalu gesit dan cekatan ini.
Menurut Adam pihaknya akan terus mengawal proses penanggulangan banjir ini agar bisa terselesaikan dengan tuntas. Meskipun demikian, Adam juga mewanti-wanti agar masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungannya sehingga tidak menimbulkan sampah bertumpuk di sembarang tempat.
“Kami juga mohon bantuannya agar panjenengan semua bisa membantu kami untuk membuang sampah pada tempatnya. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pengembang untuk menerbitkan PSU (penyerahan PSU merupakan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas berupa tanah dengan bangunan dan/atau tanah tanpa bangunan dalam bentuk aset tanggung jawab pengelolaan dari pengembang kepada pemerintah daerah,red), agar upaya kami bisa sesegera mungkin terealisasi,” pungkasnya.(Yul)








