TULUNGAGUNG, Beritalima.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar operasi pasar murah di Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/8/2025).
Kegiatan ini digelar untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi.
Khofifah menekankan bahwa beras menjadi kebutuhan rumah tangga dengan konsumsi tertinggi. Saat ini, berdasarkan keputusan Bappenas, harga eceran tertinggi (HET) beras medium naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih ditetapkan Rp12.500 per kilogram.
“Ketika jangkauan masyarakat tidak terpenuhi dari harga beras di pasar, maka akan berpengaruh pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 September,” ujar Khofifah.
Ia pun meminta pemerintah daerah, mulai dari bupati, wakil bupati, camat hingga kepala desa, untuk aktif melakukan monitoring dan pengecekan di pasar. Hal ini guna memastikan layanan beras SPHP benar-benar tersedia. Selain itu, komunikasi dengan Bulog juga dinilai penting.
“Komunikasikan dengan Bulog bahwa kebutuhan beras SPHP lebih tinggi daripada beras premium, agar pemenuhannya sesuai daya jangkau masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan bahwa pada 1 September mendatang, BPS akan melakukan survei terkait belanja masyarakat, mulai dari bahan makanan pokok hingga lauk pauk. Karena itu, ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan menjadi hal yang sangat penting.
“Mudah-mudahan Tulungagung bisa memberikan layanan yang baik sebelum BPS turun, sehingga beras SPHP bisa dijangkau secara luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Khofifah menegaskan bahwa operasi pasar murah bukan hanya strategi menstabilkan harga, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Untuk itu, Khofifah kembali menegaskan, Pasar Murah dan penjangkauan terhadap logistik menjadi sangat penting sebelum dilakukannya survei. Karenanya Khofifah meminta pemda juga proaktif untuk mengecek ketersediaan bahan pokok tak hanya pasar modern tapi hingga pasar tradisional.
“Pasar Murah juga adalah cara kami mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Bisa dilihat dari harga jual bahan pokok yang jauh di bawah harga pasar,” sambung Khofifah.
Adapun, beberapa harga komoditi pasar murah di Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung tanggal 26 Agustus 2025 jam 15.00, Beras Premium Rp14.000/kg (Rp70.000/sak). Harga Tulungagung Rp. 15.500/kg. HET Rp14.900/kg. Jumlah komoditas 200 kg. Beras medium Rp11.000/kg (Rp55.000/sak). Harga Tulungagung Rp13.750/kg. HET Rp12.500/kg. Jumlah komoditas 10 Ton.
Gula pasir Rp14.000/kg. Harga Tulungagung Rp16.375/kg. HET Rp17.500/kg. Jumlah komoditas 200 Kg. Minyakita Rp13.000/liter. Harga Tulungagung Rp16.250/kg. HET Rp15.700/liter. Jumlah komoditas 200 Liter
Telur ayam ras Rp22.000/kg. Harga Tulungagung Rp26.250/kg. HET Rp30.000/kg. Jumlah komoditas 100 Kg. Bawang Merah Rp7.000/250 gr. Harga Tulungagung Rp35.250/kg. HET Rp41.500/kg. Jumlah komoditas 10 Kg.
Bawang Putih Sinco Rp6.000/250 gr. Harga Tulungagung Rp. 29.000/kg. HET Rp38.000/kg. Jumlah komoditas 10 kg. Tepung Terigu Rp10.000/Kg. Harga Tulungagung Rp11.750/kg. Jumlah komoditas 50 Kg.(Yul)






