Geliat Angkutan Perkotaan KA di Jawa Tengah Terus Meningkat 

  • Whatsapp
Geliat angkutan perkotaan KA di Jawa Tengah terus meningkat (foto: KAI)

Jakarta, beritalima.com|- Geliat angkutan kereta api (KA) perkotaan antar kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY) menunjukkan kecenderungan peningkatan, terutama saat akhir pekan dan masa libur.

Perjalanan antarkota, menuju bandara, hingga mobilitas harian di kawasan perkotaan Jateng dan DIY kian menegaskan peran penting transportasi publik KA.

Dari data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Jateng tercatat sebagai salah satu provinsi dengan intensitas perjalanan KA antarkabupaten/kota yang tinggi, khususnya jalur Joglosemarkerto atau Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto.

Aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga layanan publik yang saling terhubung mendorong kebutuhan perjalanan KA yang terjadwal, nyaman, dan mudah diakses.

KAI terus memperkuat layanan angkutan perkotaan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas kawasan aglomerasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, “Kereta api kini menjadi pilihan perjalanan yang nyaman untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, hingga akses menuju bandara. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pelanggan di berbagai layanan di Jawa Tengah.”

Layanan antarkota di kawasan aglomerasi menunjukkan kinerja positif melalui KA Joglosemarkerto. Pada Januari 2026, KA kelas eksekutif dan ekonomi New Generation imelayani 110.409 pelanggan, meningkat dibandingkan 97.929 pelanggan pada Januari 2025. Rute lingkar Yogyakarta–Solo–Semarang–Purwokerto menjadikan layanan ini banyak dimanfaatkan untuk perjalanan keluarga, aktivitas wisata, maupun mobilitas antarwilayah.

  • Lalu, konektivitas menuju bandara diperkuat melalui KA BIAS (Kereta Api Bandara Adi Soemarmo). Sepanjang Januari 2026, layanan ini angkut 74.102 pelanggan, naik dari 63.730 pelanggan pada Januari 2025. Dengan tarif terjangkau mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, KA BIAS memudahkan perjalanan dari pusat Kota Solo hingga wilayah Caruban dan Madiun, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan udara.

Di wilayah barat Jateng dan DIY, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga mencatat kinerja yang stabil. Pada Januari 2026, layanan ini melayani 239.331 pelanggan, meningkat dari 229.716 pelanggan pada Januari 2025. Kehadiran layanan reguler dan Xpress memberikan fleksibilitas perjalanan bagi wisatawan maupun masyarakat yang bepergian untuk keperluan keluarga dan pekerjaan

Mobilitas harian di kawasan perkotaan tetap ditopang oleh KRL Area VI Yogyakarta (Commuter Line Yogyakarta–Palur). Sepanjang Januari 2026, layanan ini angkut 758.375 pelanggan, meningkat dari 712.152 pelanggan pada Januari 2025. Dengan frekuensi 27 hingga 31 perjalanan per hari dan melayani 11 stasiun utama, KRL Area VI menjadi penghubung penting wilayah Yogyakarta, Klaten, hingga Solo Raya.

Layanan kereta lokal turut melengkapi pergerakan masyarakat. KA Prameks melayani 94.567 pelanggan pada Januari 2026, meningkat dari 86.973 pelanggan pada Januari 2025, pada rute Yogyakarta–Kutoarjo dengan tarif terjangkau. Sementara KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri (PP) melayani 16.294 pelanggan, naik dari 12.497 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring peningkatan frekuensi perjalanan.

Jurnalis: dedy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait