Gencatan Senjata Amerika Serikat-Israel Versus Iran Dua Pekan

  • Whatsapp
Gencatan senjata Amerika Serikat-Israel Versus Iran dua pekan (foto: reuters)

Jakarta, beritalima.com|- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mendadak mengumumkan gencatan senjata tidak menyerang ke Iran (8/4) untuk masa dua minggu kedepan, dimana saat bersamaan Trump telah mengancam akan menyerang tempat strategis Negeri Mullah ini pada waktu yang sudah diberi batas akhir kemarin.

Pernyataan Presiden AS menyebut, pada Jumat (10/4), akan ada pertemuan perdamaian yang dimediasi Pakistan, antara AS, Israel dan Iran. Pihak Iran sendiri akhirnya menerima keinginan AS untuk gencatan senjata sementara yang telah memiliki dampak luas secara internasional.

Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran langsung memberikan pernyataan, yang intinya menyebut proses gencatan senjata ini adalah kemenangan negerinya. “Bangsa Iran yang mulia harus mengetahui bahwa berkat perjuangan anak-anaknya dan kehadiran historis mereka di medan, musuh telah memohon selama lebih dari satu bulan untuk menghentikan api dahsyat Iran dan perlawanan, tetapi pejabat negara menolak semua permintaan ini karena sejak awal telah diputuskan bahwa perang akan berlanjut sampai tujuan tercapai, termasuk membuat musuh menyesal dan putus asa serta menghilangkan ancaman jangka panjang terhadap negara. Perang pun berlanjut hingga hari ini yang merupakan hari keempat puluh. Selain itu, Iran telah beberapa kali menolak tenggat waktu yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat dan tetap menegaskan bahwa tidak menganggap penting tenggat waktu apapun dari pihak musuh,” begitu tulisnya.

Meski semangat bela negara masyarakat Iran begitu kuat, para pimpinannya sadar soal upaya perdamaian yang seimbang.

“Dalam konteks ini, Iran menolak semua proposal yang diajukan musuh dan menyusun sebuah rencana 10 poin yang disampaikan melalui Pakistan kepada pihak Amerika. Rencana tersebut menekankan hal-hal penting seperti pengawasan terkoordinasi atas Selat Hormuz oleh angkatan bersenjata Iran yang memberikan posisi ekonomi dan geopolitik unik bagi Iran, perlunya mengakhiri perang terhadap semua elemen poros perlawanan yang berarti kekalahan historis agresi rezim pembunuh anak Israel, penarikan pasukan tempur Amerika dari semua pangkalan dan titik penempatan di kawasan, pembentukan protokol lalu lintas aman di Selat Hormuz yang menjamin penguasaan Iran sesuai protokol yang disepakati, pembayaran penuh ganti rugi Iran sesuai estimasi, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder serta resolusi Dewan Gubernur dan Dewan Keamanan, pembebasan semua aset dan kekayaan Iran yang diblokir di luar negeri, dan akhirnya pengesahan semua hal ini dalam sebuah resolusi Dewan Keamanan yang mengikat. Perlu dicatat bahwa pengesahan resolusi ini akan menjadikan semua kesepakatan tersebut sebagai hukum internasional yang mengikat dan merupakan kemenangan diplomatik penting bagi bangsa Iran.”

Sekarang Perdana Menteri Pakistan telah memberitahu Iran, pihak AS menerima prinsip-prinsip ini sebagai dasar negosiasi. Jadi, diputuskan pada tingkat tertinggi Iran akan mengadakan negosiasi selama dua minggu di Islamabad dengan pihak Amerika hanya berdasarkan prinsip-prinsip ini. Ditekankan bahwa ini bukan berarti perang berakhir dan Iran hanya akan menerima akhir perang ketika rincian rencana 10 poin yang disetujui Iran juga diselesaikan dalam negosiasi akhir.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait