Gubernur Khofifah Rotasi Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pastikan Talent DNA Perkuat Sistem Merit di Pemprov Jatim

  • Whatsapp
SURABAYA, Beritalima.com-
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merotasi tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah Sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 800.1.3.3/362/204/2026 tanggal 29 Januari 2026 diangkat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Sebanyak tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dirotasi adalah M. Yasin sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Nurkholis sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dydik Rudy Prasetya sebagai Assisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi, Imam Hidayat sebagai Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi, Sufi Agustini sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Prov. Jatim.
Selain itu, Tri Wahyu Liswati sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro dan Agung Subagyo sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim.
Khofifah menekankan, agar pejabat yang dirotasi tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur.
“Pelayanan terbaik menjadi kunci terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut Khofifah menegaskan rotasi kali ini menjadi yang pertama dimana Pemprov Jatim menggunakan Talent DNA. Pihaknya memastikan pemanfaatan Talent DNA semakin melengkapi merit system yang diberlakukan di lingkungan Pemprov Jatim.
“Ini pertama kali kita gunakan mapping Talent DNA yang kemudian dikuatkan dengan uji kompetensi oleh tim pansel. Sehingga kita harap pejabat yang dilantik bisa maksimal menjalankan tugas,” tegasnya.
Khofifah menegaskan bahwa para pejabat yang dirotasi harus mengoptimalkan program program pokok di Jatim yang meliputi pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Dalam melaksanakan berbagai program pokok Khofifah meminta kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk melaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Terlebih dalam memetakan berbagai program yang masuk dalam program pokok maupun program penunjang.
“Proses ke hati-hatiannya harus sama dilaksanakan antara program pokok dan program penunjang terutama dalam melaksanakan dan menjalankan berbagai program yang berdampak kepada masyarakat Jatim,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga menekankan agar mampu menyelaraskan berbagai program di Jatim dengan berbagai program atau proyek strategis nasional.
Data realisasi penerimaan kas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun Anggaran 2025 menunjukkan Jatim unggul dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.
“Jawa Timur mencatatkan surplus sebesar 5,97%, melampaui capaian DI Yogyakarta 3,65% dan DKI Jakarta 2,79%,” jelasnya.
Khofifah menyebut dalam memberikan menyusun kebijakan harus dilakukan dengan kehati hatian dan harus melibatkan kajian dari banyak pakar maupun tokoh hingga praktisi.
Kepada Assisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi, Khofifah berpesan harus mampu memetakan segala potensi agar pembangunan ekonomi di Jatim bisa berjalan selaras dengan nasional.
Selain pembangunan ekonomi, tugas yang harus dilaksanakan adalah menjaga Jatim tetap menjadi Lumbung Pangan Nasional.
Bahkan, atas dedikasi luar biasa dalam membawa Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi di tingkat nasional sepanjang tahun 2025 Jatim mendapatkan pengakuan dari Presiden Prabowo diterimanya Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025.
Jawa Timur sukses mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama kedaulatan pangan Indonesia. Produksi padi di wilayah ini mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Selain Beras dan Padi, Jatim juga harus bersiap mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan Swasembada Jagung sampai Swasembada Gula.
Oleh karena itu, tugas Assisten Perekonomian dan Pembangunan harus mampu mempertahankan segala capaian yang berhasil diraih oleh Jatim dengan mengkonsolidasikan dengan Dinas terkait.
Kepada Kepala Bakorwil yang menjadi kepanjang tanganan dari Pemprov di daerah, Khofifah meminta agar Kepala Bakorwil bisa turun memetakan berbagai potensi dan keunggulan dari setiap daerah.
“Kepala Bakorwil harus secara detail melakukan pemetaan berbagai potensi dan keunggulan di masing masing daerah. Juga meningkatkan potensi daerah yang tidak dikenal menjadi daerah yang lebih bagus sehingga,” jelasnya.
Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama yang dilaksanakan saat ini menggunakan Talent DNA, Merit Sistem serta proses Uji Kompetensi yang melibatkan banyak para tokoh dan pakar.(Yul)
beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait