Gudang Diduga Distributor Aqua Picu Genangan, Camat Cluring Tegaskan Bukan Penyebab

  • Whatsapp
Foto: Camat Cluring Ahmad Subhan, memakai rompi warna army kaos unggu pakai topi melakukan kunjungan ke gudang distributor Aqua. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Gudang yang sempat diduga sebagai distributor air minum merek Aqua dan disebut-sebut menjadi penyebab genangan air di jalan paving menuju perkampungan, akhirnya dipastikan bukan sumber persoalan.

Klarifikasi itu disampaikan Camat Cluring, Ahmad Subhan, usai melakukan peninjauan langsung kelokasi bersama Satpol PP Kecamatan Cluring, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Menurut Ahmad Subhan, lokasi yang dimaksud memang berada di area yang sama, namun gudang tersebut bukan disewa oleh distributor air minum. Ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan gudang walet yang memiliki kolam penampungan air dari sungai.

“Di dalam gudang walet itu ada kolam penampungan air dari sungai. Kalau debit air besar, kolamnya meluber hingga keluar area gudang. Jadi bukan karena aktivitas distributor air minum,” jelasnya kepada wartawan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak kecamatan juga menyoroti perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Perwakilan pemilik gudang, Irfan, mengaku tidak memiliki kewenangan menjelaskan secara detail karena seluruh dokumen perizinan berada di tangan pemilik usaha.

Namun, Camat Subhan menegaskan bahwa persoalan Andalalin menjadi perhatian serius, mengingat lokasi gudang berada di jalur kelokan jalan.

“Soal izin Andalalin ini penting. Karena di sini tonasenya kendaraan besar. Walaupun ini jalan provinsi, tetap saja berbahaya karena posisinya di kelokan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, lanjut Subhan, Irfan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan langkah pengamanan.

“Iya Pak, nanti kami mau pasang spion besar dan segera kami urus izinnya,” ujar Subhan menirukan jawaban Irfan.

Tak hanya soal genangan dan perizinan, persoalan penerangan jalan juga mencuat. Camat Subhan mengungkapkan, Irfan sempat hendak ke kantor desa untuk berkoordinasi, namun disebut dicegah oleh Ketua RT setempat.

“Menurut cerita Irfan, ia ingin ke kantor desa, tapi oleh Pak RT diminta cukup dibicarakan di tingkat lingkungan saja. Bahkan diminta agar di pojok luar gudang dipasang satu lampu,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagian warga sekitar juga mengusulkan pemasangan tiga titik lampu penerangan jalan. Namun, Irfan menyampaikan bahwa pihaknya keberatan jika harus menyediakan tiga tiang sekaligus.

“Kalau tiga tiang kami tidak bisa. Tapi kalau tiang dan lampunya dari warga kami yang pasang sambungan listriknya, itu bisa,” tutur Subhan.

Dengan adanya peninjauan ini, Camat Cluring berharap persoalan genangan, perizinan, hingga keamanan lalu lintas dapat segera dituntaskan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Perlu diketahui, lokasi gudang yang sempat diduga sebagai distributor air minum merek Aqua tersebut berada di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.(Rony//B5)

beritalima.com

Pos terkait