Gudang Distributor Air Minum di Desa Tampo Disorot, Kades Akui Tak Pernah Ada Pemberitahuan

  • Whatsapp
Foto: Gudang distributor Air minum merek Aqua dijalan berkelok, di desa Tampo Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Doc,Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Keberadaan gudang distributor air minum merek Aqua yang baru beroperasi di Jalan Raya Purwoharjo, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, mulai menjadi sorotan. Pasalnya, hingga kini pihak desa mengaku belum pernah menerima pemberitahuan resmi terkait aktivitas usaha tersebut.

Kepala Desa Tampo, Hasim Ashari, menegaskan bahwa pihak pengusaha maupun pengelola gudang tidak pernah datang atau menyampaikan surat pemberitahuan ke kantor desa sejak gudang tersebut beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Tidak pernah mas, tidak ada surat pemberitahuan dan tidak pernah ke kantor desa,” ujar Hasim.

Gudang tersebut diketahui digunakan sebagai tempat penyimpanan dan distribusi air minum dalam kemasan galon besar merek Aqua. Lokasinya berada di jalan provinsi dengan kondisi jalan berkelok, yang cukup padat dilalui kendaraan umum maupun kendaraan berat.

Sementara itu, AR, yang mengaku sebagai bagian penjualan di gudang distributor Air minum tersebut, belum memberikan jawaban saat ditanya terkait kelengkapan izin Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) maupun perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen atau pimpinan distributor.

Tak hanya soal perizinan, warga sekitar juga mengeluhkan dampak aktivitas gudang tersebut. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah melihat air meluber ke jalan paving dari balik tembok gudang.

“Pernah airnya meluber keluar sampai ke jalan paving sebelah gudang, air dari dalam gudang itu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, jalan paving bisa rusak karena tergerus air, terlebih lokasi gudang berada di jalur berkelok yang rawan kecelakaan.

Hingga saat ini, pihak pengelola gudang distributor Air minum belum memberikan keterangan resmi terkait status perizinan, dampak lingkungan, maupun langkah antisipasi keselamatan di sekitar lokasi. Wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait untuk keberimbangan berita.(Rony//B5)

beritalima.com

Pos terkait