GRESIK, beritalima.com—Memanfaatkan momentum Bulan Syawal, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan halalbihalal yang diikuti jajaran pengurus Kadin Gresik, Kadin Jawa Timur, serta para ketua Kadin kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Sejumlah organisasi pengusaha turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya APINDO, HIPMI, dan IWAPI.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi antar-pengurus Kadin di berbagai daerah.
Ketua Kadin Gresik, Moch Choirul Rizal, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara Kadin provinsi dan daerah, sekaligus mengevaluasi program kerja serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi di masing-masing wilayah.
“Kadin adalah mitra strategis pemerintah, jadi harus bisa memberikan masukan dan mendorong pemerintah daerah agar lebih baik dan maju,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV). Hingga saat ini, masih ada sejumlah daerah yang belum merumuskan Strategi Daerah (Strada) terkait pengembangan pendidikan vokasi.
Program vokasi diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan lembaga pendidikan, baik sekolah kejuruan maupun pusat pelatihan.
Sinergi ini dinilai penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Melalui TKDV, diharapkan tercipta kerja sama yang lebih solid antara pemerintah, sektor industri, dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain isu vokasi, forum juga mengulas penguatan sinergi ekonomi melalui pelaksanaan misi dagang. Kadin Jawa Timur telah menjalankan program tersebut tidak hanya di lingkup regional, tetapi juga ke berbagai daerah di Indonesia hingga pasar internasional.
Program misi dagang tersebut telah menghasilkan sejumlah kerja sama perdagangan dengan beberapa provinsi dan mitra luar negeri. Produk UMKM menjadi fokus utama dalam upaya perluasan pasar tersebut.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Kadin diharapkan terus berkontribusi sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.
“Semoga Kadin dapat menjadi mitra pemerintah yang baik,” tutup Rizal.(Ron)








