Hardiknas 2024, Kasek SMPN 1 Kedungwaru Beberkan Beberapa Hal

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- SMPN 1 Kedungwaru mengikuti pameran di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024.

Pameran diselenggarakan di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Kamis, (3/5/2024).

Kepala SMPN 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Dr. Hj. Sri Wahyuni, M.Pd, mengatakan, Hari ini merupakan Hari Pendidikan Nasional, sebagai insan pendidikan dalam hal ini SMPN 1 Kedungwaru ikut memeriahkan.

Menurutnya, di dalam menyambut Hardiknas adalah dengan melanjutkan merdeka belajar dalam kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka kualitas salah satunya dengan pameran yang ada hari ini merupakan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), disitu sebagai ajang talenta-talenta siswa.

“Jadi merdeka belajar di dalam kurikulum merdeka, siswa di dalam asesmen atau penilaian itu melihat atau setiap individu siswa harus digali talentanya, karena kedepan talenta ini hidup, sebagai bekal anak untuk masa depan. Dari talenta itu, di dalam program P5 dikemas menjadi sebuah pembelajaran dan pembekalan,” katanya.

Lanjutnya menerangkan, contoh produk pupuk, produk makanan dan kemampuan hasil karya, itu hasil karya siswa selama mengikuti pembelajaran kurikulum merdeka. Tapi yang paling berkualitas adalah saat proses di sekolah, proses pembelajarannya yang utama.

“Hubungannya dengan hari pendidikan ini, di dalam kurikulum merdeka itu harus berlanjut, karena ada hal-hal yang di dalam roh merdeka belajar itu dipertahankan dan sesuai dengan karakter setiap siswa,” ujarnya.

Diungkapkannya, untuk SMPN 1 Kedungwaru terkait P5, P5 itu sifatnya tetap, selama di sekolah anak akan mendapatkan 7 tema. Mulai klas VII -IX siswa akan mendapatkan pembelajaran yang berbeda. Klas VII akan diajarkan batik ciprat dan kesenian reog kendang, klas VIII saat ini sedang menggarap tentang sampah, bagaimana pengolahan sampah dari lingkungan, begitu juga klas IX juga berbeda.

“Begitu lulus, siswa akan mendapatkan 7 tema, salah satunya kearifan lokal dan kewirausahaan,” ungkap Sri Wahyuni usai mengikuti kegiatan Tasyakuran di Dinas Pendidikan.

“Untuk SMPN 1 Kedungwaru biasanya diadakan event, rencana kami event yang ada hubungannya dengan P5, di Hari Batik Nasional kami akan menggelar acara seribu siswa membatik. Semoga dimudahkan rencana acara kami, karena tidak mudah membuat event sebesar itu,” imbuhnya.

Selain itu, disinggung terkait guru penggerak, Sri Wahyuni mengungkapkan, yang dinamakan guru penggerak di sebuah sekolah bukan butuh berapa tetapi guru penggerak itu seorang guru yang mempunyai kemampuan, yang masuk menjadi guru penggerak itu harus tes dan punya kelebihan.

“Kebutuhan guru penggerak di sebuah sekolah itu tidak bisa diukur berapa jumlahnya dan itupun harus melalui proses. Dari kehadiran guru penggerak diharapkan bisa menggerakkan guru-guru yang lain, jadi bukan masalah kebutuhan,”

“Guru penggerak di sebuah sekolah itu mereka yang mendaftarkan, punya potensi, disaring dan belajar. Setelah lulus kembali ke sekolah menggerakkan ilmu itu, menularkan kepada guru-guru lain, sehingga diharapkan, sekolah yang ada guru penggerak akan lebih berkualitas,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com

Pos terkait