SURABAYA, beritalima.com | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menegaskan bahwa penetapan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura merupakan instrumen vital bagi pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan. Keberadaan KEK ini diyakini akan menjadi magnet bagi masuknya investasi serta pembukaan lapangan kerja baru secara masif di Madura.
Anggota DPRD provinsi Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura, R. Harisandi Savari, menyatakan bahwa potensi besar komoditas tembakau selama ini belum tergarap maksimal karena ketiadaan ekosistem industri yang terpadu.
Menurutnya, tanpa wadah yang sistematis, nilai ekonomi komoditas tersebut tidak akan memberikan dampak optimal bagi daerah.
“KEK Tembakau akan menjadi game changer. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menarik investasi ke Madura,” ujar Harisandi, Kamis (9/4/2026).
Legislator PKS ini menekankan bahwa keberadaan kawasan tersebut bukan sekadar proyek ekonomi biasa, melainkan langkah strategis untuk mengangkat kesejahteraan para petani tembakau. Namun, ia mengingatkan agar momentum ini tidak terhambat oleh kendala birokrasi di tingkat pusat.
“Kami mendorong pemerintah pusat segera mengambil keputusan. Jangan sampai potensi besar ini tertunda hanya karena proses administratif yang berlarut,” tegas anggota Komisi D DPRD provinsi Jatim tersebut.
Harisandi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang konsisten mengawal usulan ini. Sinergi antara kebijakan daerah dan pengawasan legislatif disebutnya akan terus diperkuat demi merealisasikan motor penggerak ekonomi baru di kawasan Madura.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Ibu Gubernur yang serius mengawal KEK Tembakau Madura sampai ke pemerintah pusat. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata terhadap petani dan ekonomi lokal Madura,” sambung ketua KADIN kabupaten Pamekasan ini.
Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD provinsi Jatim menyatakan kesiapannya untuk mengawal realisasi KEK melalui fungsi pengawasan dan penguatan kebijakan daerah. Targetnya, rantai nilai tembakau dapat diperkuat mulai dari sektor budidaya, pengolahan, hingga menembus pasar ekspor.
“Ini momentum penting. Dengan dukungan penuh dari Pemprov Jatim dan komitmen kuat Gubernur, kami optimistis KEK Tembakau Madura bisa segera terealisasi dan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan kepulauan,” pungkasnya.(Yul)








