HPL Prihatin Pada Nasib Petani Gumukmas

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com|
Menjadi seorang anggota DPRD provinsi Jatim, bagi Hari Putri Lestari SH MH bukan sekedar simbol belaka. Namun memiliki makna sebagai amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada dirinya.

Kepercayaan itulah yang harus terus dipertahankan, diimplementasikan, diwujudkan, sehingga masyarakat yang sudah memilih dirinya untuk mewakili mereka duduk di kursi legislatif, benar-benar memberikan kenyamanan dan bermanfaat bagi masyarakat.

HPL, sebutan akrab Hari Putri Lestari, mengungkapkan, selama menjadi anggota DPRD provinsi Jatim empat tahun lebih, sebagian besar masyarakat mengeluh terkait pupuk subsidi, irigasi dan juga infrastruktur jalan.

Perempuan cantik yang selalu tampil penuh energik ini, memang mewakili Dapil Jember-Lumajang. Meskipun HPL merupakan warga Surabaya, dan selalu bolak balik Surabaya -Jember-Lumajang, semangat kerjanya luar biasa.

“Meskipun sekedar diundang untuk ngobrol, menerima keluhan beberapa permasalahan sosial, masalah irigasi, atau hanya untuk menjadi tamu peresmian Ormas atau ulang tahun Ormas, saya berusaha untuk datang. Jauh memang jaraknya dari rumah, belum lagi kena macet. Tapi ini adalah pekerjaan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan, penuh semangat. Dan kelelahan itu akan terbayar saat bertemu dengan masyarakat yang sangat menghargainya. Inilah Solmed itu. Saya seperti sudah merasakan kemistri dengan mereka,” terang wakil ketua DPD PDI-P Jatim ini.

“Menindaklanjuti keluhan para petani di Kecamatan Gumukmas, kami melakukan Investigasi dan ternyata kami menemukan bahwa ada saluran sungai yang buntu. Semula aliran sungai belok ke kiri, namun sejak banjir bah tahun 2019, sudah lebih dari 3 tahun aliran sungai dibuang ke arah laut, sehingga ribuan hektar tanah pertanian:sawah tidak mendapatkan air sungai. Tentu saja peristiwa itu sangat merugikan sekitar 5 ribuan petani,” tutur anggota komisi A DPRD provinsi Jatim ini.

“Untuk itu keluhan warga ini akan kami sampaikan ke kabupaten,
kami akan kawal sampai keluhan petani bisa ada solusi. Minimal segera normalisasi sungai sebelum musim hujan tiba oleh dinas terkait,” pungkasnya.(Yul)

beritalima.com

Pos terkait