Humas DLH Ajak Masyarakat Kurangi Sampah dari Sumbernya Sebagai Salah Satu Strategi

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Pengurangan sampah dari sumber dibedah oleh Aliansi Jurnalis Independen bekerjasama dengan Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) yang dikemas dalam Talkshow Transformasi Pengelolaan Daerah menuju Zero Waste dalam rangkaian Pesta Media, yang digelar di Ruang Tari, Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Sabtu (11/4/2026).

Persoalan sampah di Indonesia yang dibahas dua institusi tersebut, semakin mendesak. Salah satunya mengenai timbulan sampah, keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA), serta rendahnya tingkat pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber masih menjadi tantangan utama dalam sistem pengelolaan sampah nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir terhadal penguatan pengurangan sampah dari sumber, penyelenggara Pesta Media melihat dari berbagai pwndekatan teknologi pengolahan sampah di hilir juga semakin didorong sebagai solusi untuk mengurangi timbunan sampah. Termasuk pwmanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan skema waste to energy (WtE)

Pendekatan itu dipromosikan sebagai solusi pragmatis untuk mengurangi beban TPA danwndukung kebutuhan energi. Lebih Lanjut, Yogi Ikhwan, selaku Humas dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI membawa Pergub No.77 tahun 2020, Pergub 142/2019, Ingun No.157/2016, fan SE Menteri LHK No.11 tahun 2025.

Yogi mengajak masyarakat untuk berkolaborasi, oleh karena itu sebagai penguatan kolaborasi salah satu strategi pengurangan dari sumber. Bamun implementasi Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) berdasarkan klaster persampahan, yakni klaster persampahan, klaster perubahan iklim, dan klaster udara.

Dijelaskan Yogi, KSBB Lingkungan Hidup, merupakan wadah partisipasi untuk mendorong keterlibatan pemerintah dan non pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup di Jakarta.

“Memberi masukan kepada pemerintah, mendukung peogram melalui aksi mandiri maupun sinergi, dan menggerakkan partisipasi berbagai stakeholder,” tandas Yogi.

Dengan demikian sebagai informasi, Yogi mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, membantah anggaran pengelolaan sampah terbilang besar. Namun dijelaskan Yogi, anggaran besar itu hanya digunakan untuk operasional Dinas LH DKI seperti pembelian truk angkut sampah dan biaya operasional lain.

Lebih jauh ditambahkan Humas DLH DKI terhadap aplikasi jual beli sampah yang sampai saat hanya ada beberapa titik, namun pihak dinas tidak mau ikut ikutan apalagi kelas receh.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait