SURABAYA, Beritalima.com-
Presiden Gemantara Indonesia, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan sikap resmi terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menimbulkan keresahan di kalangan pelaku pasar dan masyarakat luas.
Dalam pernyataannya, Dr. Puguh Wiji Pamungkas menegaskan bahwa pelemahan IHSG bukan sekadar gejolak pasar modal, melainkan indikator nyata adanya ancaman terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Ia menilai bahwa kondisi ini mencerminkan menurunnya kepercayaan investor, lemahnya fundamental ekonomi, serta rapuhnya daya tahan sektor riil.
“Anjloknya IHSG adalah peringatan keras bagi bangsa ini. Jika tidak segera ditangani dengan langkah nyata, dampaknya akan merembet ke lapangan kerja, daya beli rakyat, dan keberlangsungan usaha kecil menengah. Pemerintah tidak boleh hanya berdiam diri, tetapi harus hadir dengan solusi konkret,” tegas Dr. Puguh.
Dr. Puguh menyoroti beberapa sektor yang paling rentan terhadap gejolak ini, diantaranya,
1. Perbankan dan Keuangan, Penurunan IHSG berpotensi menekan likuiditas perbankan dan menurunkan kepercayaan nasabah. Risiko kredit macet meningkat, terutama dari sektor usaha kecil dan menengah.
2. Energi dan Pertambangan, Fluktuasi harga komoditas global memperburuk kondisi perusahaan energi dan tambang. Penurunan investasi asing di sektor ini dapat mengurangi penerimaan negara.
3. Konsumsi dan Ritel, Daya beli masyarakat melemah akibat inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Perusahaan ritel menghadapi penurunan penjualan, yang berdampak langsung pada tenaga kerja.
4. UMKM, Usaha kecil menengah menjadi pihak paling rentan. Akses pembiayaan semakin sulit, sementara biaya produksi meningkat. Jika tidak dilindungi, UMKM bisa mengalami gelombang kebangkrutan.
Lebih lanjut politisi PKS ini menawarkan sejumlah langkah strategis sebagai jalan keluar dari ancaman ekonomi ini, yaitu
1. Penguatan Stabilitas Fiskal dan Moneter, Menjaga defisit anggaran tetap terkendali, memperkuat cadangan devisa, serta memastikan kebijakan moneter yang mampu menahan gejolak nilai tukar.
2. Transparansi dan Kepastian Kebijakan, Pemerintah harus menyampaikan arah kebijakan ekonomi secara jelas dan konsisten agar kepercayaan investor dan publik dapat dipulihkan.
3. Perlindungan terhadap UMKM dan Rakyat Kecil, Memberikan stimulus fiskal, akses pembiayaan murah, serta dukungan teknologi bagi UMKM agar tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.
4. Diversifikasi Ekonomi, Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dengan memperkuat industri manufaktur, energi terbarukan, dan ekonomi digital.
5. Penguatan Tata Kelola dan Pemberantasan Korupsi, Menjamin bahwa setiap kebijakan ekonomi dijalankan dengan integritas, sehingga tidak ada kebocoran yang merugikan rakyat.
“Gemantara Indonesia menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah tersebut. Ancaman ekonomi ini hanya bisa diatasi dengan keberanian, kejujuran, dan komitmen penuh pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan krisis kepercayaan semakin dalam,” pungkas anggota DPRD provinsi Jatim ini.(Yul)








