Jakarta, beritalima.com|- Indonesia Rising Stars Award 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) berbasis olahraga dan hiburan melalui pengembangan industri pacuan kuda nasional.
Ajang apresiasi ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada insan berkuda kreatif, tetapi juga memperkuat nilai tambah ekonomi dari pengembangan konten kreatif, event intellectual property (IP), aktivasi merek, serta keterlibatan UMKM dan pelaku kreatif lintas subsektor.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai, Indonesia Rising Stars Award 2026 sebagai instrumen penting dalam memperluas dampak ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi subsektor kuliner, fesyen, musik, desain, kriya, media digital, hingga produksi konten, sekaligus memperkuat rantai nilai industri berbasis kreativitas.
“Seluruh rangkaian ini menciptakan nilai tambah ekonomi, melibatkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, serta memberikan dampak langsung bagi para pegiat industri kreatif dan daerah tempat kegiatan berlangsung. Dengan pengemasan yang tepat, pacuan kuda dapat menjadi ruang ekspresi kreatif, sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi baru new engine of growth yang berkelanjutan. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara pelaku olahraga, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dan dunia usaha agar ekosistem ini dapat tumbuh secara seimbang,” ujarnya di Jakarta (15/1).
Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) “The Race of Rising Stars” yang sepanjang 2025 digelar dalam sembilan seri di empat provinsi oleh SARGA.CO. Penyelenggaraan tersebut melibatkan ratusan kuda pacu dengan total hadiah hampir Rp6 miliar, serta mencatat lahirnya kuda peraih Triple Crown Indonesia ketiga, King Argentin. Capaian ini memperkuat posisi industri pacuan kuda sebagai konten hiburan nasional yang kompetitif.
Indonesia Rising Stars Award 2026 juga menjadi wadah penguatan branding nasional dan pengembangan IP event yang berkelanjutan. Melalui konsistensi penyelenggaraan, ajang ini berpotensi melahirkan turunan produk kreatif, lisensi konten, distribusi media, serta pengembangan pengalaman penonton berbasis teknologi dan kreativitas.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain Sarga Partnership Gratitude, Rising Stars Award, Sarga Equine untuk insan dan atlet berprestasi di cabang pacuan kuda, horseback archery, equestrian, dan polo, Sarga Indonesians Horse Racing, Sarga Media Apreciation hingga Badge of Honor sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pemilik kuda.
Melalui pendekatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong agar industri olahraga kreatif tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan daya saing pelaku kreatif nasional.
Jurnalis: abri/rendy








